Kamis, 31 Juli 2014 13:54

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Perokok Sering Alami Gangguan Tidur

Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 17 September 2012 | 10:54 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Gangguan sulit tidur ternyata tidak cuma disebabkan karena banyak pikiran. Kebiasaan merokok juga bisa membuat seseorang susah tidur nyenyak sehingga jam tidurnya lebih sedikit dibanding yang bukan perokok.

Kesimpulan tersebut disampaikan para peneliti Jerman dalam jurnal Addiction Biology. Mereka melakukan survei terhadap 1.100 perokok dan menemukan bahwa 17 persen perokok tidur kurang dari enam jam setiap malam dan sekitar 28 persen jarang mendapatkan tidur nyenyak.

Sementara itu pada 1.200 bukan perokok yang juga disurvei, hanya 7 persen yang mengaku tidur kurang dari enam jam dan 19 persen yang sering terganggu tidurnya.

"Ini adalah hasil studi pertama yang membandingkan prevalensi gangguan tidur pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok pada populasi orang yang tidak memiliki riwayat gangguan psikologi," kata ketua peneliti Stefan Cohrs.

Ia menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memang tidak membuktikan bahwa rokok berakibat langsung pada gangguan tidur. Apalagi para perokok umumnya memiliki kebiasaan yang membuat mereka sulit tidur, misalnya menonton TV sampai larut malam atau kurang berolahraga.

Meski begitu ada alasan kuat mengapa efek stimulan dari nikotin mungkin mengganggu tidur. "Jika Anda merokok dan juga sering sulit tidur, seharusnya Anda berhenti merokok mulai sekarang," kata Cohrs.

Beberapa penelitian telah mengaitkan antara kualitas tidur yang buruk dengan gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Menurut Cohrs, ada banyak faktor yang memengaruhi kualitas tidur, misalnya saja usia, berat badan, dan konsumsi alkohol. Meski begitu dari penelitiannya diketahui bahwa merokok juga punya pengaruh cukup besar.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui