Senin, 4 Mei 2015

Health

Orang Tua Cerai, Anak Lelaki Rentan Stroke

Senin, 17 September 2012 | 19:30 WIB

KOMPAS.com - Perceraian pasangan suami istri tidak diragukan lagi menimbulkan efek negatif bagi anak-anak, meskipun perpisahan dilakukan secara baik-baik. Sebuah studi menemukan, anak laki-laki yang menghadapi perceraian orang tua rentan terkena stroke di kemudian hari.

Dalam studi tersebut, responden yang orang tuanya telah bercerai tiga kali atau lebih ketika usianya belum mencapai 18 tahun, berisiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan mereka yang orang tuanya tidak bercerai.

Penelitian ini telah memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi stroke pada seseorang seperti kebiasaan merokok, olahraga, obesitas, penggunaan alkohol, dan akses pelayanan kesehatan. Responden dalam studi ini dipilih dari keluarga korban perceraian. Namun, bukan anak yang memiliki pengalaman dilecehkan juga orang tuanya kecanduan obat-obatan dan alkohol.

Dalam studi ini, peneliti tidak ditemukan hubungan sebab akibat, apakah perceraian orang tua dapat memicu kasus stroke pada anak laki-laki di kemudian hari. Menurut Esme Fuller Thomson, salah satu peneliti dari Universitas Toronto, penelitian ini butuh kajian lebih lanjut. Memang belum jelas bagaimana perceraian meningkatkan risiko stroke. Akan tetapi, salah satu penjelasan yang paling memungkinkan adalah perceraian dapat mengubah anak menjadi rentan stres.

Temuan yang dipublikasikan bulan September dalam International Journal of Stroke ini didasarkan pada survei nasional tahun 2010 terhadap lebih dari 9.900 pria dan wanita di Amerika Serikat. Dari 4.047 pria dalam survei tersebut, 165 di antaranya dilaporkan menderita stroke. Hasil studi ini menguatkan studi yang dilakukan tim peneliti pada anak-anak Kanada. Penelitian terhadap anak di Kanada yang orang tuanya bercerai lebih dari dua kali, lebih tinggi menderita stroke di kemudian hari.

Editor : Asep Candra
Sumber: