Minggu, 23 November 2014 04:14

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Bidan Romana Tari


Bidan Romana Tari hadir menjadi sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan di bidang kesehatan dan pengalaman sehari-hari dalam hidup.

Mengenal Perubahan Tubuh Bayi Baru Lahir

Penulis : Bidan Romana Tari | Minggu, 23 September 2012 | 13:50 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Bagi ayah dan ibu baru yang memiliki bayi pertama kali menjadi sangat terkejut ketika melihat keadaan bayi yang lahir. Khawatir bahwa hal- hal yang mereka lihat sehubungan dengan bentuk tubuh bayi akan menjadi masalah bagi bayinya.

KOMPAS.com - Bayi baru lahir mengalami beberapa hal yang tak jarang mencemaskan orang tua. Keadaan yang sebenarnya normal dan hanya bersifat sementara. Ketika seorang ibu melahirkan bayinya, selain ingin mendengar tangisannya yang keras tentu tak sabar ingin segera menatap wajahnya dan mengamati setiap bagian bagian tubuh mungil sang bayi.

Bagi ayah dan ibu baru yang memiliki bayi pertama kali menjadi sangat terkejut ketika melihat keadaan bayi yang lahir. Khawatir bahwa hal- hal yang mereka lihat sehubungan dengan bentuk tubuh bayi akan menjadi masalah bagi bayinya.

Terlebih bila selama ini gambaran bayi baru lahir yang ada dalam benak mereka adalah bayi yang sehat dan sempurna secara fisik.

Agar tidak menimbulkan kecemasan, mari kita perhatikan satu per satu agar mnegetahui mana perubahan yang normal akibat proses persalinan, terutama persalinan alami tanpa operasi :

1. Kepala


Bagian kepala bayi baru lahir spontan alami tanpa melalui proses operasi caesar kadang tampak memanjang sedikit bagian puncak kepala, berkesan lonjong. Tidak perlu cemas ini akibat perubahan bentuk ketika bayi melewati pintu panggul ibu.

Pada kasus di mana ibu tidak kuat mnegejan seringkali kepala bayi semakin lonjong dan tampak sedikit ada benjolan lunak  berisi cairan. Keadaan ini akan membaik dengan sendirinya dan bentuk kepala akan menjadi bundar setelah beberapa waktu. Tidak boleh dipijat - atau di tekan pada bagian tersebut.

2. Wajah bayi

Pada bayi baru lahir, kadang ada wajahnya sedikit kurang simetris akibat posisi selama dalam rahim, mata bengkak dan terdapat bintik - bintik putih atau bercak merah menyebar pada wajah dan tak jarang mata bayi terlihat seperti juling.

Orangtua tidak perlu cemas, keadaan ini akan membaik dan perlahan akan kembali normal. Bentuk wajah yang sedikit tidak simetris  akan kembali normal dalam beberapa hari. Wajah berbintik putih  akibat lemak dan  wajah berbercak merah (semacam alergi) juga merupakan perubahan yang umum terjadi pada bayi.

Bila menurut pemeriksaan hal tersebut normal maka tak perlu dicemaskan. Kondisi syaraf sekitar wajah dan  mata belum sempurna betul saat bayi baru lahir, sehingga orangtua sering panik kuatir anaknya juling karena matnya seolah terbalik dan putih semua.

Perhatikan dalam beberapa waktu akan normal dengan sendirinya seiring berfungsinya saraf sekitar mata dan wajah bayi.

3. Dada dan perut

Pada bayi baru lahir tak jarang bagian dada terutama payudara mengalami seperti pembengkakan dan keras. Hal ini wajar akibat hormon estrogen yang dikeluarkan ibu selama hamil. Bahkan beberapa bayi mengeluarkan cairan bening atau putih dari putingnya. Tidak perlu dipijat atau ditekan-tekan, biarkan saja akan mengempis dengan sendirinya.

4. Perut

Bagian perut bayi terlihat seperti  lebih besar dan tidak seimbang (tidak proporsional dengan dada bayi) tidak perlu cemas, bagian perut  ini akan mengencang dengan sendirinya.

Memang ketika baru lahir otot otot dinding perut bayi belum kuat betul menyangga organ dan tampak lebih mudah terlihat miring ke satu sisi atau bahkan sperti buncit.

Termasuk ketika pusar bayi tampak sedikit menonjol. Tidak perlu kuatir jika dalam pemeriksaan dinyatakan semua itu normal. Perlahan lahan otot dinding perut akan semakin kuat seiring usia bayi yang bertambah.

5. Bagian kaki

Kaki bayi kadang ada yang sedikit menekuk ke arah dalam atau ke arah luar. Ini normal jika karena posisi bayi selama dalam rahim, Untuk memastikannya maka dokter anak atau bidan akan melelkukan pemeriksaan. Tidak perlu dipijat atau dipaksa lurus dalam waktu singkat.

6. Kelamin

Pada bayi baru lahir, alat kelamin tak jarang menjadi perhatian utama, dan orang tua akan cemas ketika melihat kelamin anaknya. Pada bayi perempuan bibir vagina akan sedikit bengkak dan tak jarang tampak bagian berwarna pink terlihat jelas.

Bagian selaput lunak dan menonjol berwarna pink tersebut adalah hymen atau selaput dara yang perlahan akan mengempis sendiri dan menyesuaikan bentuk bersamaan dengan pertambahan usia bayi. Bayi perempuan juga kadang mengalami menstruasi ini akibat pengaruh hormon kehamilan dari ibu yakni estrogen.

Sementara pada bayi laki laki, alat kelamin pada bagian skrotum/buah zakar tampak lebih besar akibat terkumpulnya cairan. Dalam kondisi normal, cairan ini akan mengempis sendiri ketika bayi berusia 3-6 bulan, perhatikan bila tidak pulih konsultasi dengan dokter anak.

Tidak boleh memijat bagian skrotum. Pada bayi ada yang hanya teraba satu testis atau tidak teraba sama sekali dalam kantung zakarnya. Jangan cemas dulu, tunggu hasil pemeriksaan dokter atau bidan. Bila memang bermasalah akan ditindaklanjuti. Pada umumnya testis yang belum turun terjadi pada bayi prematur.

Salam hangat semoga bermanfaat


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui