Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/09/2012, 13:52 WIB

KOMPAS.com - Pria atau wanita dengan berat badan berlebih alias gemuk rentan menderita nyeri tulang belakang bagian bawah (NTBB) atau disebut low back pain. Penumpukan lemak di perut akan mempersulit kerja tulang belakang dalam menopang tubuh.

Demikian diungkapkan Ahli bedah tulang belakang dari Ramsay Spine Center Rumah Sakit Premier Bintaro, DR.dr Luthfi Gatam SpOT yang ditemui dalam acara seminar "RHCI Orthopaedic Update on Joint and Spine" di Jakarta, Selasa (25/9/2012) kemarin.

"Semakin berat badan seseorang akan memperbesar risiko mengalami low back pain. Lemak di perut yang menumpuk cenderung membuat postur tubuh condong ke depan dan punggung gampang cedera," ujarnya.

Seorang yang gemuk artinya akan menambah beban tulang belakang. Padahal, tulang belakang ibarat tonggak yang ditopang tali-tali. Ketika tali ini kuat maka tiangnya tidak akan rubuh. Tali penopang tulang belakang ini disebut otot-otot inti tubuh atau core muscle.

Pada pria, risiko mengalami sakit nyeri tulang belakang bagian bawah lebih besar. Menurut Luthfi, pria lebih berisiko karena pada umumnya mereka melakukan pekerjaan dan aktivitas lebih berat. "Pada umumnya pria menggunakan lebih banyak otot untuk bekerja. Juga ada pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan pria yang dikerjakan sambil duduk seperti sopir," ujarnya.

Low back pain yang disebabkan pengaruh berat badan dan aktivitas dapat diatasi dengan rutin melakukan olahraga ringan setiap hari. Juga mengatur dan membiasakan diri dengan banyak berdiri ketimbang duduk. Saat duduk pun, posisi tubuh harus ideal supaya tulang punggung ikut terbantu.

"Memang kalau faktor umur dan gen kita tidak bisa mengelak. Tapi kalau karena faktor berat badan ya syaratnya harus menurunkan berat badan dulu. Serta menyeimbangkan aktivitas seperti tidak banyak duduk," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com