Senin, 22 September 2014 14:23

KONSULTASI / KESEHATAN JIWA

KONSULTASI KESEHATAN JIWA

Bersama dr Andri, SpKJ, FAPM

Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine.

Efek Samping Menelan Obat Psikosomatik

Rabu, 3 Oktober 2012 | 13:43 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA : 

Dok, saya mengalami psikomatis yang berefek pada sikap cemas dan takut yang berlebihan, dan biasanya langsung keram perut.  Selama ini sudah pemeriksaan sampai tahap GMC dan CT scan dinyatakan negatif tidak ada penyakit.  Sekarang, saya mengonsumsi obat kalaxtin 1 x1 tiap hari dan obat merlopam 2 mg 1/2 x 3 perhari.  Konsumsi obat ini sudah dikurangi dari bulan pertama yang 3 x 1 perhari, dan sudah berlangsung selama 3 bulan ini. Hasilnya, efek psikomatis itu mulai berkurang sedikit.  Yang ingin saya tanyakan, apakah ada efek sampingnya yang fatal dok kalau mengkonsumsi obat ini untuk beberapa waktu? Mohon pencerahannya?

(Bekti, 26, Yogyakarta)

JAWAB :


Pak Bekti yang baik,

Keluhan Psikosomatik memang biasa dialami oleh pasien yang mengalami gangguan cemas atau gangguan depresi. Dasarnya dari terjadinya keluhan Psikosomatik berhubungan dengan aktivasi sistem saraf otonom, sistem hormon stres dan sistem neurokimiawi otak. Itulah mengapa keluhan psikosomatik bisa terdiri dari gejala fisik seperti keram perut yang bapak rasakan dan gejala psikologis seperti rasa takut atau cemas.

Pasien yang mengalami keluhan psikosomatik yang didasari adanya gangguan kejiwaan seperti depresi atau cemas memang memerlukan pengobatan dengan obat antidepresan (seperti Kalxetin yang bapak minum) dan kadang di awal terapi membutuhkan obat anticemas (seperti merlopam yang bapak minum).

Obat  biasanya diberikan dalam jangka waktu tertentu. Dalam berbagai kepustakaan dikatakan bahwa pengobatan pasien cemas dan atau depresi diobati dengan obat antidepresan sampai 6 bulan sejak lepas gejala. Hal ini untuk memperkecil risiko kekambuhan yang biasanya cukup tinggi di kalangan pasien depresi (sampai dengan 50 persen).

Obat antidepresan memang didesain untuk dimakan lama dan selama pasien tidak ada penyakit fisik yang mengganggu sebelumnya seperti gangguan hati atau ginjal, maka pengobatan jangka panjang masih aman. Semoga membantu.

Salam Sehat Jiwa.

 


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui