Sabtu, 2 Agustus 2014 06:41

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

7 Penyebab Kolesterol Naik

Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 3 November 2012 | 09:07 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Kadar kolesterol yang tinggi sekarang jadi masalah banyak orang tanpa mengenal usia. Memang tubuh tetap memerlukan kolesterol untuk pembentukan sel dan hormon. Tetapi kolesterol jahat yang berlebihan adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung.

Peningkatan kadar kolesterol terjadi karena berbagai sebab, mulai dari riwayat keluarga sampai asupan yang salah.

1. Pola makan

Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol. Lemak jenis ini banyak ditemukan pada daging jeroan, daging unggas, telur, keju, minyak kelapa, kue-kue, serta berbagai jenis makanan yang digoreng.

2. Berat badan

Tumpukan lemak di sekitar perut dan pinggang bukan hanya membuat Anda repot mencari celana yang pas, tapi juga meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.

3. Tingkat aktivitas

Kurang beraktivitas juga akan meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dan membuat HDL terlalu sedikit.

4. Usia dan jenis kelamin

Di atas usia 20 tahun, kadar kolesterol secara alami cenderung meningkat kecuali Anda melakukan sesuatu untuk menghentikan kecenderungan itu.

5. Kesehatan keseluruhan

Jangan lewatkan pemeriksaan kesehatan rutin dan mintalah dokter menjelaskan risiko Anda terhadap berbagai penyakit. Memiliki beberapa jenis penyakit, seperti diabetes atau hipotiroid bisa meningkatkan kadar kolesterol.

6. Riwayat keluarga

Ada orang-orang tertentu yang tetap memiliki kadar kolesterol tinggi meski sudah menjalankan gaya hidup sehat dan seimbang. Faktor keturunan ternyata juga berperan dalam terjadinya kelebihan kolesterol jahat.

7. Merokok

Anda pasti tahu bahaya dari merokok. Selain merusak paru, kebiasaan merokok juga akan menurunkan level kolesterol baik.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui