Kamis, 28 Mei 2015

Health

KONSULTASI KESEHATAN JIWA dr Andri, SpKJ, FAPM
Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine

Kadang Senang dan Sedih Berlebihan, Kenapa?

Senin, 5 November 2012 | 09:22 WIB

TANYA :

Dok, sudah beberapa tahun belakangan saya sering mengalami insomnia. Ketika tertidur gigi saya juga selalu bergemeretak kadang juga "ngelindur". Perubahan mood yang ekstrem, sering berfantasi dan depresi. Kadang semangat meluap-luap, optimistis, terlalu pede, kadang ketawa dan berbicara sendiri. Saya juga merasa terlalu agresif mendekati lawan jenis, malas berlebihan sampai pernah tidak makan seharian karen malas keluar kamar, sedih berlebihan, sering menganggap diri sendiri sangat nista. Kadang saat memotong sesuatu dengan pisau sering terlintas untuk menggores-gores ke tangan atau ketika di tempat tinggi/ balkon sering terpikir untuk terjun ke bawah saja. Padahal tempat tinggal saya berada di lantai 4. Sudah 5 tahun saya tinggal sendirian. Kadang juga saya merasa di jauhi dan tidak dicintai. Dok, apakah gejala-gejala di atas termasuk normal atau tidak? Apa termasuk gejala penyakit kejiwaan tertentu? Terimakasih

(Ica, 21, Jakarta)


JAWAB:

Ica yang baik,

Apa yang dialami Ica sepertinya merupakan gejala yang bertolak belakang satu sama lain. Kadang gejala gembira berlebihan bahkan sampai meluap-luap, kadang sebaliknya sangat sedih sampai ingin bunuh diri.

Hal ini merupakan gejala yang mengarah kepada suatu jenis gangguan jiwa yang dinamakan Gangguan Bipolar atau juga disebut Manik Depresif. Gangguan Bipolar sesuai dengan namanya terdiri dari dua polar atau kutub. Pasien bisa mengalami gejala manik seperti kegembiraan yang berlebihan, tidak butuh tidur, euforia yang terus menerus, kepercayaan diri berlebihan dan kadang tidak realistis, boros dan sering lebih ceroboh atau tidak ada perhitungan.

Gejala Manik ini kemudian bisa berganti dengan gejala depresi yang sangat berkebalikan. Pasien bisa merasa sedih berlebihan seperti apa yang dialami Ica, tidak ada harapan dan putus asa sehingga sering melakukan upaya bunuh diri. Saran saya segeralah berobat ke psikiater karena gangguan bipolar perlu mendapatkan pertolongan segera agar tidak semakin parah. Semoga membantu.

Salam Sehat Jiwa

 

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat