Kamis, 2 Oktober 2014 01:16
U19 banner dropdown

Pangan

Beras Organik Membikin Sehat

Penulis : Winarto Herusansono | Selasa, 22 Januari 2013 | 07:45 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Ilustrasi: Pekerja menyortir kotoran dan bulir yang pecah pada beras organik jenis mentik wangi sebelum dikemas di tempat produksi beras organik Padi Mulya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (14/12/2010). Beras organik jenis mentik wangi yang dipasarkan ke sejumlah kota besar di Jawa ini dijual dengan harga Rp 22.000 per kilogram. Beras ini dihasilkan oleh para petani padi organik di kaki Gunung Lawu di wilayah Sambirejo, Sragen, yang wilayahnya relatif bersih dari polusi.
TERKAIT:

SEMARANG, KOMPAS.com — Kesadaran masyarakat mengonsumsi beras organik semakin meningkat. Beras organik saat ini banyak dikonsumsi karena tidak hanya kualitas rasanya yang enak, tetapi juga menyehatkan.

Pedagang beras organik di Semarang, Jawa Tengah, Budiyanto, mengatakan, pesanan beras organik kini bertambah terus. Kalau normalnya pesanan hanya 2-3 ton per bulan, kini sudah mencapai 4 ton per bulan.

"Beras organik tersedia tiga jenis, yaitu beras menthik susu, beras hitam, dan beras merah. Beras organik kalau dimasak tidak cepat basi dan rasa nasinya pulen," kata Budiyanto, Selasa (22/1/2013).

Harga beras organik bervariasi. Harganya antara Rp 9.000 dan Rp 10.500 per kilogram. Beras didatangkan dari Delanggu, Klaten, Boja, Kendal, serta Susukan, Kabupaten Semarang.

Menurut Fatria, konsumen beras organik di Banyumanik, Semarang, sejak keluarganya beralih ke beras organik, anggota keluarga jarang sakit.

Kuantitas konsumsi beras pun lebih hemat. Jika mengonsumsi beras anorganik, biasanya sampai 25 kilogram per bulan untuk empat orang, saat ini cukup 15 kilogram per bulan.

"Harus diakui meski ada penghematan beras, tidak menghemat biaya karena beras organik mahal. Namun, mahal tidak mengapa, kami dapat kesehatan," ujar Fatria.


Editor :
Tjahja Gunawan Diredja

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui