Selasa, 28 April 2015

Health

KONSULTASI KESEHATAN GIGI & MULUT drg. Citra Kusumasari, SpKG
Menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian meraih gelar spesialisnya di Universitas Indonesia. Ilmu Karies, Estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya. Praktik di Nice Dental Care Ciputra Medical Center. Lotte Shopping Avenue Fl.5 Ciputra World 1

Gigi "Berkarat" akibat Pasang Behel

Rabu, 13 Februari 2013 | 08:56 WIB

TANYA : 

Dok, saya saat ini saya sudah memakai kawat gigi.  Tetapi kawat ini dipasang oleh ahli gigi dan bukannya dokter spesialis. Masalahnya, sekarang gigi saya menjadi banyak karang gigi seperti “berkarat”. Bagaimana cara memperbaiki gigi saya yang “berkarat” ini dok?  Terima kasih atas jawabannya. 

(Uchie, 30, 157 cm, 60 kg, Lampung)


JAWAB :

Mbak Uchie yang baik,

Bagi pasien yang menggunakan kawat gigi, memang diperlukan pemeliharan rongga mulut yang lebih intensif dibandingkan dengan pasien yang tidak menggunakan kawat gigi. Sebab, di dalam rongga mulut pasien kawat gigi, terpasang alat-alat yang dapat menyulitkan pembersihan gigi secara mekanis.
Karang gigi yang timbul di dalam mulut anda setelah menggunakan kawat gigi, salah satunya disebabkan oleh pembersihan mekanis yang kurang optimal. Penyebab lainnya adalah adanya kesalahan prosedur pada saat pemasangan kawat gigi, yaitu tertinggalnya bahan perekat yang digunakan untuk memasang alat-alat ortodonti.

Oleh sebab itu, sebagai pengguna kawat gigi saya sarankan untuk menjaga kebersihan rongga mulut dengan cara:

1.    Melakukan penyikatan gigi 3 kali sehari (setelah sarapan, setelah makan siang dan sebelum tidur malam), dengan cara gerakan memutar kecil pada permukaan gigi depan, samping kiri dan kanan. Bagian atas (oklusal) gigi disikat dengan gerakan maju mundur. Sedangkan untuk bagian gigi yang menghadap langit-langit dan lidah disikat dengan gerakan menarik keluar. Tidak lupa bersihkan lidah anda dengan alat khusus pembersih lidah.

gigi1

Teknik menyikat gigi untuk pasien pengguna kawat gigi


2.    Gunakan sikat gigi khusus pengguna kawat gigi,
yaitu proxabrush atau interdental toothbrush yang akan memudahkan penyikatan diantara gigi dan kawat gigi.
 

gigi2
Proxabrush atau interdental toothbrush

3.    Gunakan benang gigi sebagai tambahan untuk membersihkan gigi-geligi anda.

gigi3
Cara menggunakan benang gigi pada pasien kawat gigi


4.    Gunakan obat kumur sebagai antibakteri dalam rongga mulut,
tetapi penggunaannya tidak boleh terus-menerus dalam waktu yang lama.

5.    Lakukan pemeriksaan dan pembersihan berkala ke Dokter Gigi,
untuk melihat apakah masih ada plak atau sisa bahan perekat kawat gigi yang masih belum hilang.

Sayang sekali anda melakukan pemasangan kawat gigi bukan pada Dokter Gigi Spesialis Ortodonti (spesialis kawat gigi). Sebab, pemasangan kawat gigi yang dilakukan bukan oleh Dokter Gigi Spesialis Ortodonti memang akan menimbulkan berbagai efek samping yang mungkin saja tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Perlu anda ketahui bahwa, suatu perawatan ortodonti bersifat jangka panjang dan sangat kompleks. Sepanjang perawatan ortodonti mungkin saja terjadi beberapa perubahan rencana perawatan karena tingkat kesulitan kasus tersebut dan respon di dalam rongga mulut pasien tidak sesuai.

Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam melakukan pemasangan kawat gigi haruslah yang baik, tidak berbahaya bagi tubuh pasien, dan efektif untuk perawatan.

Jika perawatan kawat gigi dilakukan dengan prosedur dan menggunakan bahan yang tepat, maka perawatan ortodonti akan menghasilkan perawatan yang baik, menyeluruh, dan tidak berefek samping bagi pasien.

Demikian Mbak Uchie, semoga informasinya bermanfaat.

Salam gigi sehat.

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat