Senin, 20 Oktober 2014 16:44
Caring by Sharing | Kompas.com

Masih Saja Ada Jajanan Mengandung Boraks

Penulis : Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin | Kamis, 21 Februari 2013 | 05:18 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

PAREPARE, KOMPAS.Com -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, menemukan boraks, zat kimia berbahaya, di jajanan anak sekolah di Parepare, Sulawesi Selatan. Dari 38 sampel yang diuji, empek-empek telur yang dijual di depan salah satu sekolah, terbukti mengandung boraks.

"Berdasarkan hasil uji laboratorium oleh petugas melalui tes kit boraks terhadap jajanan berupa empek-empek telur positif mengandung zat berbahaya berupa boraks, yang dijual oleh pedagang menggunakan sepeda di depan komplek SD5, SD55 dan SD1," ungkap Kasi Sertifikasi Balai BPOM Makassar, Sudarmin, Kamis (21/02/2013).

Sudarmin mengatakan boraks sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika tertelan, apalagi jika dikonsumsi anak-anak, dan dapat menyebabkan kematian. Memakan makanan mengandung boraks, imbuh dia, akan meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal dan kanker usus.

 Pemeriksaan sampel makanan di sejumlah sekolah ini, ujar Sudarmin, dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan orang tua murid. Selain boraks, jajanan anak sekolah juga bisa mengandung formalin dan zat pewarna rodanim yang membahayakan kesehatan anak-anak.

"Kami tiap tahun terus memonitor dan menguji secara acak contoh-contoh penganan dan jajanan di sekolah-sekolah di lingkungan perkotaan. Sudah ada beberapa daerah yang kami periksa dan ada saja temuan," ungkap Sudarmin.

Masih adanya temuan jajanan dengan kandungan zat berbahaya, akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat. Kedua instansi yang akan berkomunikasi dengan sekolah-sekolah yang di kawasannya masih ditemukan jajanan dengan zat berbahaya di dalamnya.

 


Editor :
Palupi Annisa Auliani

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui