Selasa, 1 September 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Homoseksual dan Hormon

Senin, 18 Maret 2013 | 08:29 WIB

TANYA :

Dok, saya seorang gay. Saya sudah mencari artikel untuk pengobatan saya di internet tetapi hasilnya nol. Saya hanya ingin agar hormon kewanitaan saya hilang, dan berganti menjadi hormon kejantanan yang mampu menyukai wanita secara seutuhnya. Dok apakah saya bisa disuntik hormon atau apapun untuk menyembuhkan saya? Saya hanya karyawan kantor biasa, dan ingin menjadi lelaki normal.  Itulah impian terbesar saya, karena saya tak mungkin menikah kalo bathin saya tidak bahagia dan saya gak mau berpura-pura untuk mencintai wanita, inii saya rasakan sejak kecil (sejak pertama balig). Terima kasih atas jawabannya. 

(UM, 25, Bogor)


JAWAB :
 
Perlu saya jelaskan bahwa gay atau homoseksual terjadi karena penyebab tertentu. Paling sedikit ada 4 faktor penyebab homoseksual. Pertama, faktor biologik yaitu gangguan di pusat seks di otak. Keadaan ini didapat sejak awal sebagai suatu gangguan yang dibawa sejak lahir. Kedua, faktor perkembangan psikoseksual sejak masa kecil. Pada keadaan ini terjadi gangguan dalam perkembangan psikoseksual yang terjadi pada masa kecil. Sebagai contoh, ketika anak merasa penisnya tidak ada lagi karena sudah dipotong oleh ibunya, maka dia tertarik kepada sesama jenis.

Ketiga, faktor sosiokultur yaitu kondisi sosial budaya di suatu masyarakat yang memang memberlakukan hubungan homoseksual. Keempat, faktor lingkungan, Karena pengaruh lingkungan yang menyebabkan seseorang merasakan pengalaman homoseksual, akhirnya menjadkan dia sebagai seorangi homoseksual. Jadi pada orang homoseksual, bukan faktor hormon kejantanan atau kebetinaan yang menjadi penyebab.

Karena itu penampilan orang homoseksual, tidak berarti harus feminin. Sebaliknya, bahkan penampilannya boleh jadi sangat maskulin. Berbeda dengan masalah waria. Saya sarankan Anda berkonsultasi lebih jauh untuk mengetahui apa penyebab Anda menjadi seorang homoseksual. Berarti apakah Anda dapat menjadi seorang homoseksual atau tidak, sangat tergantung kepada penyebab homoseksual Anda.     

 

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat