Senin, 1 September 2014 14:31

Ini Sebab Harga Cabai Melonjak

Penulis : Didik Purwanto | Kamis, 21 Maret 2013 | 13:25 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/ADI SUCIPTO
Panenan cabai merah tahun ini jeblok karena cabai rusak dan membusuk akibat cuaca buruk. Akibatnya harga cabai terus naik. Harga cabai merah di Gresik Jawa Timur Minggu (3/2/2013) mencapai Rp 23.000 per kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan ikut angkat bicara soal harga cabai yang melonjak signifikan. Menurutnya, kenaikan harga cabai ini karena pasokan terganggu akibat masalah cuaca.

"Ini kan masalah musim. Ini kan memang sedang tidak musim cabai. Kalaupun lagi musim cabai, ini kan terganggu banjir dan hujan yang menyebabkan pasokan terganggu dan harga naik," kata Rusman saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Rusman mengatakan, dari sisi produksi cabai sudah maksimal. Namun masyarakat memang ingin mengonsumsi cabai segar, baik untuk sambal maupun kebutuhan lainnya. "Masalahnya, masyarakat kan ingin cabai ulekan terus. Tidak mau mengonsumsi cabai-cabai yang tidak segar, cabai kering dan cabai yang diawetkan. Padahal ini kan bisa juga menjadi saus," tambahnya.

Rusman berharap cabai yang busuk itu jangan dibuang sebab masih bisa dimanfaatkan untuk diawetkan dan digunakan untuk saus. "Coba cabai yang busuk ini diawetkan waktu tidak panen, kan bisa dikonsumsi. Sebab, kalau cabai lagi musim dan kena musim hujan seperti ini, kan harganya jatuh karena busuk," tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta kepada pedagang dan masyarakat agar tidak panik menghadapi harga cabai yang melonjak ini. Sebab, hal ini hanya sementara, menghadapi musim hujan yang tidak menentu. "Ini tidak ada masalah kok. Cuma sebentar saja kenaikannya," tambahnya.

Seperti diberitakan, di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jatinegara, dan Pasar Mayestik, Jakarta, Rabu (20/3/2013), menunjukkan, harga cabai rawit merah dan tomat naik. Harga cabai rawit merah yang biasanya Rp 25.000 kini Rp 50.000 per kilogram.

Di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai rawit merah Rp 40.000-Rp 45.000 per kg. Di Pasar Jatinegara, cabai rawit merah dijual Rp 40.000-Rp 50.000 per kg. Di Pasar Mayestik, cabai rawit merah dijual Rp 50.000-Rp 60.000 dari harga sebelumnya Rp 25.000- Rp 35.000 per kg. Harga tomat di Pasar Induk Kramat Jati Rp 6.500-Rp 8.000 per kg. Di Pasar Jatinegara dan Pasar Mayestik, tomat dijual Rp 14.000-Rp 16.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp 10.000-Rp 13.000 per kg.

Di Solo, Jawa Tengah, menurut pedagang di Pasar Legi, Ngatmi (32), harga cabai rawit merah sejak dua hari lalu naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kg.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau, cabai rawit merah besar, dan cabai merah keriting stabil. Harga beberapa jenis sayur produksi lokal, seperti wortel, kubis, kentang, labu siam, dan buncis, juga relatif stabil. Di Pasar Pagi Tegal, Jawa Tengah, kemarin, harga cabai rawit merah naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 45.000 per kg.

Harga tomat naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per kg. Harga sejumlah produk hortikultura pun naik, seperti buncis dari Rp 6.000 menjadi Rp 8.000 per kg, kubis dari Rp 3.000 menjadi Rp 6.000 per kg, dan kembang kol dari Rp 10.000 jadi Rp 15.000 per kg.

 


Editor :
Erlangga Djumena

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui