Selasa, 29 Juli 2014 19:45

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Penanganan Khusus Persalinan Bayi Prematur

Penulis : Unoviana Kartika | Kamis, 25 April 2013 | 07:03 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi bayi prematur
TERKAIT:

KOMPAS.com - Bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan sebagai salah satu faktor risiko gangguan fungsi motorik dan postur akibat gangguan perkembangan otak atau palsi serebral (PS). Namun risiko ini dapat ditekan dengan mencegah terjadinya kekurangan oksigen pada otak ketika bayi baru dilahirkan.

Menurut dokter spesialis anak FKUI/RSCM dr. R.A Setyo Handryastuti, kunci pencegahan bayi mengalami PS adalah ketika proses persalinan terjadi. Khususnya pada bayi prematur dan BBLR, saat tersebut merupakan masa yang rentan dan menentukan bayi untuk mengalami PS.

"Jika proses tersebut terlewati dengan baik, maka risiko bayi mengalami palsi serebral akan kecil," ujar Setyo yang baru memperoleh gelar doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan disertasinya yang berjudul Deteksi Dini Palsi Serebral pada Bayi Risiko Tinggi" di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Setyo memaparkan, oksigen sangat penting untuk mencegah PS pada bayi. Untuk itu perlu adanya penanganan khusus selama proses persalinan bayi prematur maupun BBLR. Salah satu penanganan agar bayi tidak kekurangan oksigen adalah dengan mengaplikasikan alat continuous postive airway pressure (CPAP) pada bayi.

Di Indonesia, prevalensi PS masih belum dapat dipastikan. Namun Setyo memperkirakan angka kejadian PS meningkat seiring peningkatan pelayanan perinatal di Indonesia yang semakin baik. Di RSCM, angka kejadian PS pada bayi risiko tinggi mencapai 24 hingga 26 persen.

PS merupakan problem fungsi motorik, postur, dan gerak akibat perkembangan otak yang bersifat non-progresif. Meskipun PS merupakan problem motorik yang bersifat statis, sebagian anak dengan PS dapat mengalami masalah lain seperti keterbelakangan mental, epilepsi, gangguan penglihatan maupun pendengaran.

Selain itu, PS juga dapat menimbulkan komplikasi karena masalah motorik seperti infeksi kronik, malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan berkemih, dan gangguan-gangguan fungsi vital lainnya. Hal-hal tersebut mengakibatkan anak dengan PS akan mengalami dampak cukup besar dari segi pembiayaan pengobatan, perawatan, rehabilitasi, maupun ketergantungan seorang anak PS pada keluarga dan lingkungannya.


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui