Kamis, 23 Oktober 2014 12:52
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Normalkah Kaki Bengkak dan Kram Saat Hamil?

Penulis : Unoviana Kartika | Sabtu, 27 April 2013 | 19:45 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
TERKAIT:

KOMPAS.com - Perubahan hormonal dan kenaikan berat badan saat hamil bisa menyebabkan beberapa bagian tubuh membengkak, termasuk di bagian kaki. Namun pada beberapa kasus pembengkakan pada kaki bisa disebabkan oleh gangguan pembuluh vena.

Menurut dokter spesialis bedah vaskuler dan endovaskuler FKUI/RSCM dr. R Suhartono, MD, bengkak yang terjadi saat hamil diakibatkan ketidakmampuan pembuluh vena mengalirkan darah dengan normal sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Tak seperti arteri yang mendapat tekanan dari jantung, vena mengandalkan tekanan dari otot dan rongga tubuh untuk mengalirkan darah.

"Normalnya sirkulasi darah khususnya aliran balik ke jantung dipengaruhi juga oleh perbedaan tekanan rongga perut dan dada, namun saat hamil tekanan ini sedikit terhambat karena rahim yang membesar," tuturnya dalam talkshow yang diadakan oleh SOHO Group, Sabtu (27/4/2013) di Jakarta.

Aliran darah balik dalam tubuh terjadi di pembuluh vena. Bila aliran darah balik tidak normal, maka juga akan mempengaruhi fungsi dari pembuluh vena. Vena yang rentan mengalami kerusakan adalah pada kaki karena memiliki tugas yang lebih berat dibanding pada bagian tubuh lai karena letaknya paling jauh dari jantung.

Suhartono mengatakan, kerusakan dari pembuluh darah vena dapat disebabkan oleh ada refluks yaitu aliran darah yang kembali ke bawah karena kerusakan pada katup vena. Selain itu juga disebabkan penyumbatan pada pembuluh yang mengakibatkan darah tidak mampu dibalikkan ke jantung.

Gangguan vena atau yang dikenal dengan istilah insufisiensi vena bukan hanya menimbulkan gejala bengkak, tapi juga beberapa gejala lain seperti sakit atau nyeri di kaki, bahkan hingga kram pada malam hari.

Untuk menghindarinya, papar Suhartono, tentu perlu menghindari faktor risiko dari gangguan vena. Beberapa faktor risiko dari gangguan vena antara lain terlalu lama duduk atau berdiri, kurang beraktivitas fisik, dan obesitas.

Apabila terlanjur sudah terjadi, risikonya dapat dikurangi dengan membuat otot-otot kaki, terutama betis, sering berkontraksi. Di samping itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu menghindari duduk atau berdiri yang terlalu lama, berbaring dengan kaki lebih tinggi, memakai stoking kompresi, atau dengan menggunakan alat kontraksi otot betis.

Risiko mengalami gangguan meningkat seiring bertambahnya jumlah hamil. Untuk kehamilan pertama, risiko gangguan vena sekitar 13 persen, kehamilan kedua 30 persen, kehamilan ketiga 57 persen, dan selanjutnya terus meningkat.


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui