Minggu, 31 Agustus 2014 04:30

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Ari F. Syam Sp.Pd


Pengamat Kesehatan, Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Twitter : @DokterAri

Hikmah Kepergian Uje : Apakah Kematian Dapat Dicegah?

Penulis : Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | Senin, 29 April 2013 | 09:15 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA
Istri Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje, Pipik Dian Irawati menangis di depan jenazah sang suami yang meninggal dunia, di rumah duka, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013). Uje meninggal dunia karena kecelakaan motor di depan rumah yang beralamatkan di Jalan Gedung Hijau Raya No 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

KOMPAS.com - Peristiwa meninggalnya Ustad Jeffry Al Buchori atau Uje terus mengisi laman media cetak maupun elektronik termasuk media sosial sampai hari Minggu pagi ini. Saya kebetulan kemarin pagi harus berangkat ke satu kota untuk menjadi pembicara dan siang nya berangkat kota lain untuk suatu rapat dan malamnya balik ke Jakarta. Sehingga boleh dibilang saat menunggu boarding pesawat saya berada didepan TV dan saat di atas pesawat saya membaca beberapa koran termasuk koran daerah.

Sampai di rumah sempat menonton televisi dan isinya tetap sama seputar meninggalnya Uje. Yang menarik adalah pernyataan istri Uje, bahwa suaminya adalah titipan Allah sehingga ketika yang menitipkan akan meminta barang titipan kita harus rela menyerahkan kembali barang titipan tersebut. Dalam hati kecil saya, kalau keluarga pasien-pasien yang meninggal di rumah sakit berpikir seperti yang ada di kepala istri Uje, pasti tuntutan terhadap dokter maupun RS akan menurun drastis. Karena, pasti tidak akan terpikir oleh keluarga pasien yang kebetulan keluarganya meninggal kalau dokter telah melakukan malpraktik kepada keluarganya yang telah meninggal karena masalah hidup mati ini akhirnya ada ditangan pemiliknya yaitu Allah.

Kembali ke judul tulisan diatas, apakah kematian bisa dicegah? Dari sudut medis seperti berulang kali sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Ada penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko yang menyebabkan penyakit tersebut terjadi.

Rokok menjadi faktor risiko untuk terjadinya berbagai penyakit yang dapat terjadi karena rokok, dimana dampak rokok dapat terjadi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dengan tidak merokok, kita tidak berisiko untuk menderita berbagai kanker yang sungguh mematikan seperti kanker paru maupun kanker pankreas. Pasien dengan DM dan hipertensi yang kontrol teratur terhindari dar penyakit gagal ginjal terminal yang perlu cuci darah rutin.

Penyakit karena trauma atau kecelakaan juga termasuk penyakit yang dapat dicegah. Di rumah sakit yang menerapkan patient safety seperti RSCM, pasien-pasien yang mudah terjatuh akan diberi label kuning pada tangannya agar menjadi perhatian baik untuk keluarga, suster, dokter maupun petugas RS bahwa pasien mudah jatuh, sehingga harus dicegah agar tidak jatuh yang dapat berakibat fatal bagi pasien tersebut.

Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang sebenarnya paling bisa dicegah. Terlepas bahwa umur sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa dan kita semua juga tidak tahu kapan akan dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Dari sisi medis, sering kali pasien yang sudah mempunyai prognosis buruk dan diperhitungkan berumur tidak lebih 1 bulan bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

Selalu ada hikmah atas kepergian seseorang termasuk kepergian orang terkenal seperti Ustad Jeffry. Hampir tidak ada yang menyesalkan kenapa Uje tidak dipaksa untuk tidak membawa motor gede malam itu, walau sudah diingatkan oleh rekan-rekannya. Kalau saja dipaksa Uje untuk dibonceng mungkin kecelakaan itu tidak terjadi dan kita masih bisa mendengar siraman rohani dari Ustad gaul tersebut secara live. Tetapi itulah jalan hidup yang telah digariskan.

Tubuh manusia memang bukan mesin yang setiap saat bisa dihidupkan dan dijalankan. Walau kita tahu mesin yang tidak terawat juga dapat rusak. Tubuh manusia baik fisik dan psikis dapat mengalami kelelahan. Firasat dan pernyataan almarhum Uje di dalam kematian yang teruangkap dari para sahabat dan keluarga terdekat termasuk dari laman pribadi twitter almarhum menyiratkan kejenuhan dan mungkin karena kelelahan.

Rasa lemas dan kejenuhan bisa timbul saat tubuh kita mengalami kelelahan. Tubuh yang lelah bisa mengalami penurunan imunitas dan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Saya sitir celetukan Uje dari laman twitternya: Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh..Dan pada saat itu...Kembali adalah yg terbaik..

Kenapa kita lelah? Kurang tidur merupakan faktor utama seseorang mengalami kelelahan. Beraktifitas seharian bahkan sampai larut malam pasti akan mengurangi jumlah tidur. Dampak kelelahan bagi kesehatan adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis dan menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Kelelahan serta stres yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal didalam tubuh kita. Kelelahan terjadi karena dipaksanya fisik dan mental kita untuk bekerja secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup.  Dalam mengatasi kelelahan kadang kala kita mencari jalan keluar dengan mengonsumsi minuman yang dianggap dapat membuat tubuh kita menjadi segar seperti kopi atau suplemen yang mengandung cafein. Kafein memang dapat memberikan kesegaran sesaat tetapi yang kita butuhkan saat itu adalah istirahat.

Kelelahan berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan sistim pencernaan, gangguan sistim jantung dan pembuluh darah termasuk pembuluh darah otak serta penurunan daya tahan tubuh.

Berbagai penyakit kronis dapat menjadi kambuh jika seseorang mengalami kelelahan antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, asma bronkiale, kencing manis, hipertensi, stroke dan serangan jantung.

Kelelahan fisik dan psikis juga akan memperburuk daya tahan tubuh seseorang yang mengalami kelelahan tersebut mereka akan mudah terkena infeksi virus seperti virus  influenza, mudah terjadi infeksi usus berupa diare mereka juga rentan terkena infeksi virus Hepatitis, deman tifoid dan virus demam berdarah.

Mereka yang  mengalami  kelelahan juga sebenarnya sudah tidak berkonsentrasi dalam  bekerja.  Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara yang sedang mengalami kelelahan tersebut. Saya pribadi pernah beberapa kali terlelap saat mengendarai mobil di tol karena kelelahan, pengalaman ini membuat saya memutuskan untuk mengambil sopir untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan memanfaatkan perjalanan di mobil untuk tidur. Karena pekerjaan saya sebagai praktisi klinis, dosen dan pembicara membuat saya harus selalu segar walau kadang kala pernah ditegur pasien karena menguap saat memeriksa pasien. Jenuh atas rutinitis pekerjaan dengan volume yang tinggi merupakan tanda bahwa tubuh kita minta refreshing.

Tubuh sebenarnya mempunyai alarm buat kita kapan kita harus beristirahat, cuma kadang kala kita tidak memperhatikan alarm tersebut dan tetap terus bekerja. Kejenuhan, lelah, nafsu makan berkurang, mual, badan terasa lemas, meriang atau panas dingan, pegal-pegal, pusing dengan sebab yang tidak jelas adalah tanda-tanda kita harus beristirahat. Kalau perlu periksa ke dokter dan cek laboratorium, kadang kala gejala awal sakit dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium.

Selalu ada hikmah atas kepergian seseorang apalagi seseorang yang dikenal luas oleh masyarakat. Manusia hanya bisa berusaha untuk mencegah untuk tidak jatuh sakit dan tidak mengalami kecelakaan. Tetapi, kita juga harus sadar bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan sewaktu-waktu tanpa tanda-tanda kita bisa kembali kepada yang empunya, Allah SWT.

Selamat jalan Ustaz Jeffry,

Semoga Allah menerima amal ibadah almarhum selama ini. Amin.

Salam sehat,

Ari F Syam



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui