Sabtu, 29 November 2014 08:09

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Irsyal Rusad. Sp.PD


Spesialis Penyakit Dalam Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Anggota Persatuan Ahli Penyakit Dalam Infonesia ( PAPDI) dan Pengurus PAPDI Cabang Riau. Berminat dalam bidang Healthy Life, Healthy Aging, dan Diabetes Mellitus.

5 Cara Makan agar Terhindar Sakit Kronis

Penulis : Dr. Irsyal Rusad. Sp.PD | Selasa, 30 April 2013 | 09:37 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com — Beberapa penyakit kronis yang diderita sekarang, seperti diabetes, hipertensi, stroke, jantung, dan sebagainya berkaitan erat dengan apa yang kita masukkan ke dalam perut kita atau apa yang kita makan. Sayangnya, di tengah-tengah kesibukan kehidupan modern sekarang ini, apa yang kita masukkan itu sering luput dari perhatian kita. Karena itu, tidak heran penyakit-penyakit itu menjadi pembunuh utama kita sekarang ini.

Beberapa tips di bawah ini mudah-mudahan dapat membantu Anda.

1. Makanlah hanya pada saat lapar

Makanlah saat Anda lapar bukan pada saat Anda sedih, bosan, stres, ada resepsi, undangan, atau hanya karena ada makanan yang gratis, makanan yang kelihatan menggugah selera. Bila makan karena alasan ini, makanan yang Anda konsumsi biasanya cenderung tidak sehat, berlebihan, dan apa yang menjadi tujuan dari makan sendiri untuk memelihara tubuh, kenikmatan, kepuasan memperoleh energi yang cukup tidak akan tercapai, malah sebaliknya, penyakit yang akan Anda dapatkan. Namun, bila makan hanya di waktu lapar, nikmatnya makanan itu akan lebih Anda rasakan. Di samping itu, Anda tidak perlu makan berlebihan, sampai kekenyangan, agar Anda puas, merasa sudah cukup. Namun, kalau makan karena sedih, bosan, stres, lagi bersenang-senang, Anda memerlukan makanan yang lebih banyak.

2. Makanlah masakan dari dapur Anda sendiri

Mengonsumsi makanan yang Anda beli di luar dengan makanan yang Anda masak sendiri pasti tidak sama kualitas dan pengaruhnya. Makanan yang dari dapur Anda, Anda sendiri yang menentukan apa yang akan Anda masak, mau memasak daging, ikan, sayur, berapa banyaknya, apa bumbunya, berapa garamnya, dan bagaimana memasaknya. Apa yang Anda masak, apa bumbunya, berapa garam yang Anda masukkan, bagaimana memasaknya akan menentukan kualitas makanan yang akan Anda makan. Di samping itu, aktivitas di dapur yang Anda lakukan dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan dan membakar cadangan energi Anda. Bila Anda makan di luar, yang menentukan sesuatunya adalah kokinya, tidak hanya cara mengolahnya, tetapi juga apa yang harus Anda makan. Sayangnya, dapur kita sekarang sudah jarang berasap.

3. Pilihlah piring yang lebih kecil

Apa, berapa, dan bagaimana makanan yang Anda taruh dalam piring Anda akan memengaruhi selera makan Anda, rasa puas, kenyang, dan kesan yang Anda lihat melalui mata juga akan akan memengarhui porsi makanan Anda. Piring yang lebih kecil yang Anda pilih memberi kesan bahwa makanan yang ditaruh di atasnya kelihatan menjadi lebih banyak. Ini dapat mencegah Anda makan lebih banyak juga

4. Makanlah lebih sedikit, tetapi lebih sering

Dalam keadaan serba sibuk sekarang ini, ada kecendrungan orang makan 1-2 kali saja sehari, tetapi dalam porsi yang besar. Banyak yang tidak sempat makan pagi, kompensasinya mereka makan siang dalam jumlah yang besar atau sebaliknya. Makan dengan pola ini ternyata tidak sehat, memberikan beban belebihan pada perut Anda dalam sekaligus, dengan bermacam keluhan seperti, perut tidak nyaman,  menyesak, mual, muntah, cegukan, dan pengolahan, penyerapan makanan tidak sempurna. Bahkan, banyak laporan kejadian serangan jantung akibat pola makan seperti ini.

Di samping itu, makan  banyak sekaligus, apalagi Anda mengonsumsi makanan yang indeks glikemiknya tinggi, makanan kurang mengandung serat, kadar gula darah Anda dapat naik mendadak, yang kemudian juga memacu pelepasan insulin dalam jumlah besar. Pelepasan insulin dalam jumlah besar ini mengakibat gula darah turun cepat juga sehingga menimbulkan gejala seperti letih, mood Anda terganggu, mengantuk dan Anda cenderung mencari makanan ringan yang manis-manis. Sebaliknya, makan lebih sedikit, tetapi lebih sering, di samping sehat untuk sistem pencernaan, juga dapat mempertahankan gula darah Anda lebih stabil. Karena itu, kebiasaan ini bisa mengurangi risiko ancaman diabetes. Jadi, biasakanlah makan dalam porsi lebih kecil, tetapi frekuensi lebih sering. Ada ahli yang menganjurkan 4-5 kali dalam sehari lebih untuk Anda.

5. Makanlah dengan rileks, santai, dan pelan-pelan

Karena merasa waktu yang sempit, diburu target, banyak dari kita yang makan sekarang ini, di bawah tekanan, dalam keadaan stres, saat menonton TV, di depan komputer, di atas meja kerja, sedang berjalan, bahkan selagi membawa kendaraan. Bila tidak fokus dengan makanan di depan Anda, di samping Anda tidak dapat menikmati makanan itu, sistem pencernaan Anda juga akan terganngu. Anda juga cenderung makan dalam porsi berlebihan. Sebaiknya, makanlah dalam  keadaan tenang, pelan-pelan. Makan dengan situasi seperti ini memberi Anda kesempatan menikmati makanan lebih baik, mengunyah lebih lama dan sistem pencernaan kita juga berkerja lebih sempurna.

Makan terburu-buru, misalnya 1-2 piring sudah habis Anda santap dalam 10 menit, atau kurang, tetapi Anda masih belum merasa kenyang, puas, ini disebabkan oleh refleks puas. Rasa kenyang yang sampai ke otak kita perlu waktu sekitar  20 menit setelah kita mulai makan. Jadi, kalau makan terburu-buru, Anda juga cenderung makan dalam jumlah yang lebih besar. Anda baru tahu bahwa Anda makan berlebihan beberapa saat setelah Anda berhenti makan.

Bila lima kiat di atas dapat Anda jalani, Insya Allah, di samping kemungkinan Anda menjadi penyandang beberapa penyakit kronis, diabetes, hipertensi, jantung, stroke dapat diperkecil, tubuh Anda juga akan lebih cantik dan sehat.






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui