Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2013, 17:24 WIB

Kompas.com - Konsumsi kayu manis yang terlalu banyak ternyata bisa berbahaya. Studi yang dipublikasikan dalam ACS Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, komponen yang ada dalam kayu manis bisa menimbulkan bahaya bagi yang memiliki liver sensitif.

Komponen yang disebut coumarin ini ditemukan dalam tipe kayu manis tertentu dan beracun meski dalam jumlah yang sedikit. Penelitian menganjurkan orang tidak mengkonsumsi coumarin lebih dari 0.07 mg per kg berat badan per hari.

Selain liver, paru-paru juga berada dalam kondisi bahaya bila bubuk kayu manis sampai terhirup. Penyerapan yang tidak disengaja ini bisa menyebabkan tersedak dan luka pada paru-paru.

Kayu manis sebetulnya adalah bumbu penyedap yang kerap digunakan dalam berbagai makanan dan minuman. Bumbu ini berasal dari kulit pohon dan menjadi rempah yang terpenting. Kayu manis yang dikenal masyarakat ada dua jenis, yaitu ceylon dan cassia

Kayu manis ceylon atau sering dikatakan sebagai kayu manis sebenarnya, merupakan kayu manis termahal. Sehingga kebanyakan roti, sereal, dan berbagai produk di amerika menggunakan kulit kayu kering cassia atau kayu manis cassia.

Padahal kayu manis cinnamon mengandung sedikit coumarin. Hal ini berkebalikan dengan kayu manis cassia. Dalam bentuk bubuk, kayu manis cassia mengandung coumarin 63 kali lebih banyak dibanding ceylon. Dalam bentuk batang (stick), kayu manis cassia mengandung coumarin 18 kali lebih banyak dibanding ceylon.

Penggunaan kayu manis pada oatmeal atau bentuk sereal lain selama beberapa hari dalam seminggu, bisa membuat seseorang mudah melewati batas konsumsi coumarin. Hal ini tentu dapat membahayakan kesehatan liver konsumennya.

Membedakan

Pemilihan jenis kayu manis yang tepat menjadi tindakan preventif, untuk menghindari bertumpuknya coumarin dalam tubuh. Kendati sulit, bukan berarti ceylon dan cassia tidak bisa dibedakan

Kayu manis ceylon memiliki rasa manis berwarna kecoklatan, sedangkan cassia cenderung pedas dengan warna kemerahan sampai coklat tua. Penggunaan kayu manis ceylon kebanyakan untuk memperhalus dan memaniskan rasa, seperti halnya pada hidangan penutup.

Permukaan kayu manis cassia lebih kasar dibanding ceylon. Hal ini disebabkan pada prosesnya kulit luar kayu manis cassia tidak dikupas. Hal ini pula yang menyebabkan kayu manis cassia kering dan kedua ujungnya menggulung ke tengah. Hal ini berkebalikan dengan kayu manis ceylon yang halus dan basah. Sehingga satu ujung bergulung ke ujung lain, layaknya menggulung kertas.

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com