Rabu, 27 Agustus 2014 19:52

LIFESTYLE / FOOD - ARTIKEL

Pentingnya Sayur dan Buah Cegah Obesitas

Penulis : Unoviana Kartika | Sabtu, 20 Juli 2013 | 10:08 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com — Obesitas diketahui merupakan akar masalah dari berbagai penyakit metabolisme. Mudahnya orang untuk mendapatkan makan, tetapi tidak cukup aktivitas fisik, mengakibatkan prevalensi obesitas meningkat di seluruh dunia.

Padahal, sebenarnya, obesitas bisa diperangi dengan makan sayur dan buah secara teratur. Namun, tentu diimbangi pula dengan usaha mengatur pola makan dan memperbanyak olahraga dan aktivitas fisik.

Menurut pakar gizi klinik dr Fiastuti Witjaksono, sayur dan buah dapat menjaga metabolisme tubuh sehingga membantu menghindari permasalahan metabolisme.

Metabolisme yang terganggu dan obesitas merupakan dua hal yang saling berhubungan erat. Keduanya punya hubungan sebab akibat. Artinya, metabolisme yang terganggu bisa mengakibatkan obesitas dan sebaliknya.

Sementara sayur dan buah, tutur Fiastuti, mengandung zat-zat gizi yang penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap sehat. Sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral, antara lain vitamin A, C, E, asam folat, zinc, magnesium, kalsium, dan kalium yang membantu menyeimbangkan sistem tubuh yang bekerja.

Selain itu, imbuhnya, sayur dan buah juga mengandung serat yang sangat bermanfaat untuk pencernaan. Dengan sistem pencernaan yang baik, tubuh akan lebih mudah menyerap zat-zat gizi dan membuang sisa-sisa makanan.

"Serat yang terkandung dalam sayur dan buah juga membantu tubuh untuk kenyang lebih lama. Dengan rasa kenyang yang lebih lama, tubuh akan cenderung tidak tertarik dengan makanan-makanan tinggi kalori yang mudah menambah berat badan," tutur Fiastuti.

Tak hanya itu, serat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak melonjak drastis sehabis makan. Itulah sebabnya sayur dan buah dapat mencegah diabetes yang erat pula kaitannya dengan obesitas.

Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui