Jumat, 1 Agustus 2014 22:56

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Minim, Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional

Penulis : Rosmha Widiyani | Jumat, 23 Agustus 2013 | 10:01 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Warga melakukan pendaftaran poliklinik di Puskesmas kecamatan pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013). Dalam satu hari, puskesmas yang dilengkapi dengan ruang rawat inap ini melayani hingga lebih dari 500 pasien rawat jalan.

Kompas.com
- Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2014 adalah upaya negara untuk menjamin hak setiap warga negara untuk dapat hidup sehat dan produktif.

Seperti beberapa negara maju lainnya, Indonesia akan menerapkan JKN dengan sistem asuransi sosial. "Semakin banyak orang yang ikut JKN, semakin banyak orang yang akan menanggung biaya kesehatan," kata Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Kementrian Kesehatan, Usman Sumantri di Jakarta (22/8/13).

Pada 2014 nanti, JKN baru mencakup pegawai negeri, anggota TNI/Polri, serta penduduk miskin dan tidak mampu. Ditargetkan pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia sudah masuk dalam kepesertaan JKN.

Meski waktu pelaksaan JKN sudah dalam hitungan bulan, namun sosialisasi pemerintah akan JKN masih kurang. Masih banyak masyarakat yang tidak paham akan sistem jaminan sosial ini.

Salah satunya adalah Rizki Fitriasari (36), seorang guru di sebuah SMA. "Saya ragu akan ikut JKN atau tidak karena mekanisme pengelolaan dananya belum jelas. Apa benar penyakit berat seperti kanker atau cuci darah bisa ditanggung dengan iuran serendah itu," katanya.

Rizki selama ini adalah peserta asuransi kesehatan swasta. Ia juga belum paham bagaimana mekanisme klaim asuransi ini.

"Tapi pada dasarnya saya suka ide dasarnya karena saling menolong antar sesama masyarakat dengan sistem subsidi silang," kata wanita yang aktif menulis di blogger ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Implementasi Jaminan Kesehatan

Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui