Senin, 27 Maret 2017

Health

Rumah Sakit Indonesia di Palestina Siap Beroperasi

Dok. MER-C Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.
JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina yang digagas oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) siap beroperasi dalam waktu dekat. Soft Launching telah dilakukan di Gaza pada 15 Juni 2015.

Rumah sakit seluas 16.261 m2 itu terletak di daerah Bayt Lahiya, Gaza Utara dan merupakan tanah wakaf dari pemerintah Palestina. Kepala Presidium MER-C Henry Hidayatullah menjelaskan, rumah sakit ini dikhususkan untuk traumatologi dan rehabilitasi, yakni penanganan pada pasien cedera yang banyak ditemui ketika perang terjadi.

“Rumah sakit ini strategis, terutama saat perperangan. Karena korban paling banyak di Bayt Lahiya sehingga evakuasi korban bisa lebih cepat,” jelas Henry dalam jumpa pers di Kantor MER-C, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2015).

Menurut Henry, selama ini rumah sakit Palestina kewalahan menangani pasien korban perang ketika serangan terjadi bertubi-tubi oleh Israel. RSI akan menjadi rumah sakit terbesar di Palestina dengan daya tampung pasien mencapai 100 orang. Rumah sakit ini juga memiliki desain yang berbeda dari sejumlah bangunan di jalur Gaza, yakni segi 8.

Peralatan kesehatan yang digunakan juga menggunakan teknologi lebih canggih dibanding rumah sakit yang sudah ada. Adapun, tim medis berasal dari Palestina dan secara bertahap akan dikirim tim medis dari Indonesia. Pembangunan fisik rumah sakit dua lantai ini telah dilakukan sejak 2011 dan memakan waktu 3,5 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan.

Menurut Henry, mereka pun selama ini terkadang terkendala dengan sulitnya masuk ke Jalur Gaza yang merupakan daerah terisolir. Dinamakan Rumah Sakit Indonesia karena seluruh dana pembangunan hingga pengadaan alat kesehatan berasal dari dana sumbangan masyarakat Indonesia, yakni mencapai Rp 120 miliar.

Tak hanya dana, mulai dari ide, arsitek, dan pekerja teknis RSI juga merupakan relawan Indonesia di Jalur Gaza. “Kita menggalang dana sekitar 5 tahun. Sumbangan dahsyat pada Ramadhan tahun lalu. Dana itu bisa mencapai Rp 200 juta per hari dalam bentuk recehan. Kepedulian masyarakat Indonesia luar biasa,” ucap Henry.

Diresmikan Presiden

MER-C pun akan mengagendakan grand launching RSI dalam waktu dekat. Namun, Henry mengaku tidak tahu pasti karena perlu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan di Palestina. MER-C pun mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri grand launching RSI.

“Beliau (Jokowi) bersedia hadir di sana (RSI). Mengenai waktu sedang diatur,” kata Henry.

Menurut Henry, rencana kunjungan Presiden RI ke Gaza juga sudah dibicarakan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri Luar Negeri AM Facahir, dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki saat mendampingi audiensi Tim MER-C dengan Presiden di Istana Negara beberapa hari lalu.
Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna