Kamis, 21 September 2017

Health

Konsumsi Gula Bisa Mencuri Nutrisi dalam Tubuh

Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Makanan dan minuman yang mengandung gula merupakan favorit banyak orang. Di balik rasanya yang manis, ternyata konsumsi gula bisa menyebabkan kita kekurangan gizi. Ini karena gula mencuri mikronutrien yang seharusnya diserap tubuh.

Beberapa jenis mineral penting, seperti kalsium, magnesium, kromium, dan tembaga, lebih sulit diserap tubuh jika kita mengasup terlalu banyak gula.

Demikian juga dengan vitamin C yang juga terpengaruh oleh gula. Hal tersebut karena stuktur yang mirip antara vitamin C dengan glukosa sehingga keduanya bersaing untuk masuk ke dalam sel. Bahkan sedikit peningkatan kadar gula darah bisa menghambat vitamin C diserap tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.

Waspadai beberapa tanda kekuarangan nutrisi berikut ini:

- Vitamin C
Luka menjadi lama sembuh, bolak-balik terinfeksi flu, gangguan terkait paru, mudah memar, persendian bengkak, kurang energi, gusi berdarah, mimisan, cemas, gigi goyang, dan timbunan lemak perut.

- Kalsium
Osteoporosis, radang sendi, kram atau nyeri otot, gigi goyang, tekanan darah tinggi, sindrom pra-menstruasi, keinginan kuat untuk makan sesuatu yang asin dan manis, nyeri tulang, insomnia.

- Kromium
Sindrom metabolik, resistensi insulin, kesuburan berkurang, diabetes, kadar gula darah terlalu rendah, tangan dingin, dan selalu ingin makan.

- Tembaga
Anemia, kebotakan, diare, kurang bertenaga, berkurangnya pigmen kulit dan rambut, mudah infeksi, temperatur tubuh rendah.

- Magnesium
Keinginan kuat untuk makan sesuatu yang manis, mual, muntah, lemah, kram, kebal, peningkatan irama jantung, hipertensi, asma, sembelit, insomnia.

Saat kita mengasup banyak gula, kadar kalsium dan magnesium dalam tubuh akan berkurang. Ironisnya, saat kita kekurangan nutrisi, kita akan semakin ingin mengonsumsi gula. Hasrat untuk mengonsumsi gula semakin lama semakin besar.

Anda bisa mengikuti keinginan makan gula tersebut (dan makin kekurangan gizi), atau menghentikan siklus tersebut dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin dan mineral. Sesederhana itu.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Shine,