Minggu, 26 Maret 2017

Health

Terlalu lama di Depan Layar Komputer Tak Sebabkan Glukoma

Thinkstockphotos Ilustrasi

Cibubur, KOMPAS.com – Tak bisa dipungkiri, penggunaan komputer dan berbagai jenis gawai saat ini sudah menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan, tak sedikit orang yang pekerjaannya mengharuskan duduk di depan komputer seharian. Ini tentu bisa meningkatkan risiko terkena gangguan mata.

Gangguan akibat terlalu lama menghadap layar komputer atau gawai disebut dengan computer vision syndrome (CVS). Ini adalah kondisi, di mana mata kita mengalami kelelahan yang sangat akibat terlalu lama menghadap layar komputer atau gawai. Kondisi ini bisa membuat mata kita lelah. Efeknya, tubuh pun juga terkena imbasnya.

“Kalau kita terkena computer vision syndrome, gejalanya mata terasa pedas, perih, terasa terbakar, silau dan mata terasa capek. Jika sudah parah, kepala bisa pusing hebat,” terang Dr Ferdiriva Hamzah, SpM, Kepala Klinik Mata Utama JEC Cibubur dalam acara pembukaan Klinik Mata Utama JEC Cibubur (28/11).

Menurutnya, hal ini terjadi karena mata kita kering yang menjadi pemicunya. “Normalnya, manusia berkedip satu menit 17 kali. Jika di depan komputer menjadi hanya 7 kali. Hal ini menyebabkan mata kering dan memicu CVS,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya CVS, Dokter Riva memberi beberapa saran. “Lakukan twenty-twenty-twenty rule, yaitu setiap 20 menit saat bermain komputer, istirahat 20 detik untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki di depan kita. Atau gunakan obat tetes pelembab mata saat akan menghadap komputer dalam waktu lama,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan, tidak ada penyakit lain yang ditimbulkan akibat terlalu lama menghadap layar computer ataupun gawai.

“Efek buruk dari terlalu lama di depan komputer tak sampai membuat orang terkena glukoma, syaraf mata lepas. Yang terjadi hanya mata lelah atau lebih dikenal dengan Astenopia”.

Astenopia sendiri bersifat tidak permanen. Cukup dengan beristirahat yang cukup, seperti keluar rumah dan tidur, mata akan sehat kembali. Namun jika keesokan harinya Anda masih merasa pusing, tak enak badan, Anda harus cek ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan lebih lanjut. (Gibran Maulana)

 

Editor : Bestari Kumala Dewi