Selasa, 27 Juni 2017

Health

Kelompok 3M Beresiko Tinggi Terinfeksi HIV

SHUTTERSTOCK Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu fokus penanggulangan HIV/AIDS adalah pada kelompok 3M alias Man, Mobile with Money. Kelompok 3M identik dengan pria yang sering berpergian keluar rumah atau memiliki pekerjaan jauh dari keluarga, seperti bekerja di pelabuhan, perkebunan, dan pertambangan.

Direktur Eksekutif Indonesian Business Coalition Aids (IBCA) Ramdani Sirait mengatakan, kelompok 3 M berisiko tinggi terinfeksi HIV jika membeli seks atau bergonta-ganti pasangan seks, kemudian melakukan seks tidak aman atau tanpa menggunakan kondom, menggunakan narkoba suntik bergantian, hingga melakukan seks sesama lelaki.

"Data Kementerian Kesehatan menyebutkan ada 6,7 pria membeli seks. Ini kondisi yang mempercepat penularan," kata Ramdani dalam peluncuran buku "Jangan Bawa Pulang HIV" di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Yang mengkhawatirkan, para pekerja berisiko itu tidak menyadari ketika sudah terinfeksi HIV. Mereka kemudian bisa menularkan virus kepada istri di rumah ketika melakukan hubungan seksual.

Jika istri hamil dan positif HIV, maka bisa menularkan ke bayi yang dikandungnya. Fakta menunjukkan, ibu rumah tangga merupakan kelompok tertinggi yang terinfeksi HIV.

Untuk itu, menurut Ramdani, edukasi HIV kepada para pekerja, khususnya mereka yang masuk kelompok 3 M sangat penting untuk memutus rantai penularan HIV.

"Edukasi HIV diberikan oleh ICBA mulai dari top manajemen perusahaan, HRD, dan karyawan. Tujuannya untuk mencegah penularan HIV, menjadikan tenaga kerja cerdas HIV," kata Ramdani.

Edukasi tak hanya dari sisi pencegahan, tetapi juga penanggulangannya jika ada pekerja yang positif HIV. Perusahaan dan lingkungan kerja didorong untuk menghapuskan stigma dan juga diskriminasi kepada para pekerja positif HIV.

Tahun ini, Kementerian Perhubungan ditunjuk sebagai Ketua Panitia Nasional Hari AIDS Sedunia (HAS). Sektor transportasi menjadi perhatian utama HAS 2015 karena menjadi salah satu sektor yang berisiko tinggi terjadinya penularan HIV.
Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna