Sabtu, 25 Maret 2017

Health

8 Cara Mencegah Radang Gusi

Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Radang gusi bisa menyebabkan rasa sakit berdenyut-denyut yang menjalar ke atas, hingga membuat kepala terasa pusing dan emosi menjadi tidak stabil. Banyak kasus radang gusi disertai dengan pendarahan dan bau mulut.

Sebenarnya, radang gusi sangat mudah untuk dicegah. Kuncinya adalah menjaga kebersihan dengan cara yang benar seperti berikut ini:


1. Sikat gigi setidaknya dua kali sehari. Pastikan Anda menyikat gigi dengan teknik yang tepat; yaitu sikat membentuk sudut 45 derajat. 

Gosok gigi dengan gerakan memutar atau vertikal perlahan-lahan mulai dari permukaan gigi luar ke dalam, sikat gigi Anda satu persatu bukan sekaligus. Jika masih kurang jelas, sebaiknya Anda bertanya ke dokter gigi.


2. Gunakan benang gigi. Benang gigi berfungsi untuk memaksimalkan hasil sikat gigi, membersihkan sisa kotoran yang sulit dibersihkan oleh sikat gigi.

3. Bilas dengan obat kumur. Obat kumur dengan antiseptik dapat membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit gusi.


4. Pola makan seimbang. Pola makan seimbang, termasuk cukup vitamin C dan kalsium, dapat meminimalkan risiko radang gusi.


5.  Cukup minum. Minum air, terutama setelah makan, dapat membantu menghilangkan sisa-sisa makanan, sehingga mengurangi kemungkinan  munculnya bakter penyebab plak.


6. Katakan tidak pada  tembakau. Jika Anda merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya, cobalah untuk berhenti karena tembakau dapat meningkatkan risiko radang gusi, demikian menurut situs kesehatan WebMD.


7. Kunjungi dokter gigi untuk pembersihan secara teratur. Jika plak telah mengeras menjadi karang gigi, sangat susah dihilangkan hanya dengan menggosok gigi atau menggunakan benang gigi.

Kunjungi dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi setiap enam bulan sekali agar gigi bersih sempurna.

8.Hindari stres. Saat stres kadar hormon stres kortisol akan meningkat, membuat tubuh Anda, termasuk gusi, rentan mengalami peradangan.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: WebMD,