Sabtu, 25 Maret 2017

Health

Selena Gomez Alami Serangan Panik dan Depresi karena Lupus

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Selena Gomez tampil dalam konser bertajuk 'Revival Tour' di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (23/7/2016).

KOMPAS.com - Penyanyi Selena Gomez kembali membuat pernyataan mengejutkan. Kali ini ia memutuskan rehat sejenak dari dunia musik, karena akan fokus mengatasi masalah kesehatannya.

Selena mengaku mengalami serangan panik, cemas, dan depresi akibat efek samping dari penyakit lupus. Hal itu disampaikan Selena di tengah tur Revival, Selasa (30/8/2016)

Penyanyi berusia 24 tahun itu memang diketahui mengidap lupus sejak lama. Selena pernah membatalkan konser Star Dance tahun 2013, karena harus menjalani pengobatan serius.

"Seperti yang kalian tahu, sekitar setahun lalu saya mengungkapkan bahwa saya memiliki Lupus, penyakit yang dapat memengaruhi orang dengan cara yang berbeda-beda," kata Selena.

Selena pun mengucapkan terima kasih kepada para fans atas dukungan yang diberikan selama ini. Namun, belum diketahui pasti kapan dan berapa lama Selena akan mulai istirahat dari dunia musik. Selena masih memiliki jadwal konser untuk beberapa bulan ke depan.

Lupus merupakan penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan tubuh itu sendiri. Lupus juga dikenal dengan penyakit seribu wajah, karena gejala yang timbul pada setiap orang bisa berbeda-beda dan mirip penyakit lainnya.

Gejala lupus bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Ada yang mengalami kelelahan berlebihan, nyeri pada persendian dan tulang, ruam dan muncul bercak merah para wajah.

Pada gejala yang lebih berat, pasien bisa mengalami nyeri dada, kebocoran ginjal, sensitif terhadap sinar matahari, hingga stroke. Gejala tersebut bisa muncul karena lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang semua organ tubuh.

Penulis: Dian Maharani
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: BBC News,