Minggu, 26 Maret 2017

Health

dr Andri, SpKJ, FAPM

Seorang psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Lulus Dokter dan Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society. Anggota dari American Psychosomatic Society dan The Academy of Psychosomatic Medicine. Sehari-hari mengajar di FK UKRIDA dan dokter penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang

Salah Gunakan Obat, Gangguan Jiwa Mengintai

Kompas/Heru Sri Kumoro Sebagian obat ilegal hasil sitaan polisi ditunjukkan kepada wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (6/9).

Peredaran obat ilegal yang pabriknya ada di daerah Tangerang berhasil diungkap polisi. Berita yang saya baca di kanal Kompas Health ini membuat saya berpikir kembali mengapa banyak orang yang ingin menggunakan obat untuk hal yang fungsinya lain dari indikasi obat tersebut.

Berita tersebut menjelaskan bahwa obat yang diproduksi secara ilegal tersebut sebenarnya obat-obat dokter yang dulu atau sampai sekarang masih dipakai dalam pengobatan sehari-hari. Beberapa di antaranya, seperti Dextrometropan dan Somadril (isi bahan aktifnya carisoprodol) memang sudah jarang kita temukan di pasaran obat resep.

Obat Trihexypenidil (nama generik) juga sebenarnya sempat masuk berita karena disalahgunakan dan diberitakan beberapa waktu lalu di media. Ketika itu akhirnya obat ini pun susah ditemukan di berbagai apotek dan rumah sakit, padahal kami para dokter jiwa mempunyai kepentingan dengan obat ini sebagai antiparkinson pada pasien psikotik yang menggunakan obat antipsikotik baik golongan atipikal atau topikal.

Obat Trihexypenidil ini murah dan sangat membantu pasien-pasien yang sensitif terhadap efek samping obat antipsikotik. Kami para dokter jiwa biasanya menggunakan obat ini untuk pasien psikotik agar terhindar dari efek samping gejala seperti parkinson yang bisa membuat pasien psikotik menjadi tidak patuh berobat karena takut dengan efek samping obat.

Trihexypenidil ini pun sudah digunakan bertahun-tahun dan mempunyai efek terapi yang baik untuk pasien psikotik.

Penggunaan untuk tujuan di luar pengobatan (recreational use) pada penggunanya bertujuan untuk mendapatkan kondisi relaks dan menenangkan.

Penyalahgunaan Somadril

Somadril sendiri yang isinya adalah carisoprodol adalah obat yang termasuk anti nyeri. Dalam situs WebMD dikatakan bahwa obat ini digunakan untuk terapi singkat kondisi nyeri dan kaku otot.

Obat ini tidak digunakan tunggal tetapi harus dibarengi juga dengan terapi fisik di unit rehabilitasi medis. Obat ini digunakan dengan dosis terbagi dan biasanya tidak diberikan dalam waktu lama (rekomendasi hanya kurang dari tiga minggu).

Efek samping yang didapat dari pemakaian obat ini mungkin adalah sakit kepala, perasaan limbung, pusing atau seperti orang mabuk. Alergi akibat penggunaan obat ini bisa ditemukan walaupun jarang. Reaksi alergi biasanya adalah reaksi kulit yang bisa juga meluas jika pemakaian diteruskan.

Salah satu efek penggunaan dalam dosis besar adalah bisa menimbulkan perubahan mood dan halusinasi. Selain itu juga bisa menimbulkan kejang, perlambatan nafas dan pandangan kabur.

Penggunaan somadril untuk rekreasi sebenarnya bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat terutama terkait dengan penggunaan bersama obat anti nyeri lain golongan opiat atau narkotik golongan opiat sendiri.

Penggunaan rekreasinya bertujuan untuk mencapai efek menenangkan yang sangat, menjadi relaks dan mendapat efek anticemasnya. Di Amerika Serikat sendiri sejak 26 Maret 2010 DEA menempatkannya dalam "schedule IV of the Controlled Substances Act".

Thinkstockphotos Ilustrasi
Pengawasan yang ketat

Sebagai praktisi di bidang kesehatan jiwa, kedua obat di atas sebenarnya dibutuhkan dalam keseharian. Walaupun saya dalam praktek hampir tidak pernah meresepkan Somadril, tapi untuk Trihexypenidil saya masih sering meresepkan kepada pasien.

Saya berharap BPOM di Indonesia untuk lebih ketat dalam pengawasan obat. Sudah diketahui umum bahwa obat-obat penenang memang banyak dijual secara bebas di apotek online, bahkan dulu saya pernah menemukannya ada suatu toko online ternama yang ikut menjual obat tersebut (walaupun sekarang sudah tidak ada lagi).

Berkali-kali di media sosial saya menghimbau masyarakat agar hati-hati karena obat ini bisa ditemukan secara mudah walaupun harganya mahal jika dijual secara online.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada banyak orang yang ingin menikmati ketenangan secara cepat dengan cara menyalahgunakan obat. Mungkin mereka tidak berani menggunakan obat narkotika, tetapi masih punya nyali menggunakan obat dokter yang sebenarnya bermanfaat jika digunakan secara pas dengan dosis yang tepat.

Mereka belum memahami bahwa penggunaan obat-obatan seperti diterangkan di atas juga mempunyai dampak buruk terhadap otak. Dalam pemakaian jangka panjang dan atau dosis besar, otak akan mengalami masalah dan bisa menetap gejalanya nanti.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Salam Sehat Jiwa

Penulis: dr Andri, SpKJ, FAPM
Editor : Lusia Kus Anna