Selasa, 21 Februari 2017

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks untuk Pernikahan Harmonis?

THINKSTOCK.COM Ilustrasi

TANYA:

Dok sebenarnya berapa kali normalnya kita bisa berhubungan seksual, misalnya dalam seminggu sebaiknya berapa kali? Bukan hanya untuk mendapatkan kehamilan tapi untuk hubungan pernikahan yang harmonis. Mohon penjelasannya ya dok.

Sanie (25), Jakarta

 
JAWAB:

Sebenarnya keharmonisan hubungan seksual di dalam perkawinan ditentukan oleh hal berikut: dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, tidak menimbulkan akibat buruk secara fisik maupun psikis.

Frekuensi tidak harus ditentukan berapa kali dalam seminggu. Berapapun, jarang atau sering, asal memenuhi ketentuan di atas, itulah yang sepatutnya dijadikan dasar bagi pasangan suami istri.

Tetapi, pada dasarnya kalau pasangan keduanya sehat, frekuensi hubungan seksual lebih sering dibandingkan pasangan yang kurang sehat. Mengapa? Karena pada dasarnya fungsi seksual merupakan indikator kondisi kesehatan.

 

Editor : Lusia Kus Anna

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat