Sabtu, 25 Maret 2017

Health

Suplemen "Cranberry" Tak Dapat Sembuhkan Infeksi Saluran Kemih

Ilustrasi.

KOMPAS.com — Selama ini, kabar yang beredar menunjukkan bahwa infeksi saluran kemih (ISK) dapat diobati dengan meminum jus cranberry dan banyak orang yang meyakininya. Namun, hasil penelitian menunjukkan sebaliknya.

Ada beberapa studi yang dipakai sebagai dasar klaim manfaat cranberry untuk menyembuhkan ISK, salah satunya disponsori oleh pembuat jus cranberry Ocean Spray.

Menurut hasil studi ini, 0,3 liter jus cranberry dapat menurunkan tingkat ISK, terutama di kalangan penghuni panti wreda yang sering mengalami infeksi.

Hasil beberapa penelitian juga menunjukkan zat tanin yang ditemukan dalam cranberry dapat menghambat bakteri tertentu yang kerap ada di kandung kemih dan menyebabkan infeksi.

Namun, hasil penelitian lain menunjukkan cranberry tidak memiliki manfaat apa pun terhadap penyembuhan ISK.

Dalam hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA, peneliti yang dipimpin oleh Dr Manisha Juthani-Mehta, seorang profesor kedokteran di Yale School of Medicine, dan rekan-rekannya, mencoba memecahkan konflik karena perbedaan pada hasil-hasil temuan sebelumnya.

Untuk studinya, Juthani-Mehta mengemas 20 ons komponen paling ampuh dalam cranberry dalam bentuk kapsul. Kapsul ini kemudian diberikan kepada separuh relawan wanita.

Yang separuh lagi meminum kapsul plasebo. Kedua kelompok diamati lebih dari setahun, lalu darah dan urine mereka diuji setiap dua bulan untuk mengetahui kehadiran bakteri yang berhubungan dengan ISK.

Nampaknya, kapsul cranberry tidak berpengaruh untuk mengurangi jumlah bakteri penyebab ISK selama penelitian. Baik kelompok wanita yang mengonsumsi kapsul cranberry maupun plasebo, keduanya tetap memiliki tingkat ISK yang sama.

Juthani-Mehta mengatakan, "Temuan kami menunjukkan bahwa produk cranberry, ketika diteliti secara ilmiah, tidak mampu menunjukkan manfaat nyata untuk ISK."

Namun, Mehta mengakui bahwa mungkin saja ada wanita dengan ISK yang merasa terbantu dengan cranberry. Dia juga mengakui bahwa dia dan timnya belum meneliti semua sisi.

"Walau demikian, bukti temuan kami tetap menyakinkan," kata Mehta.

 

Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: www.health.com,