Minggu, 26 Maret 2017

Health

Tak Ada Kata Terlambat untuk Berhenti Merokok

Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Harus diakui, menghentikan kebiasaan yang sudah bertahun-tahun, seperti merokok memang tak semudah membalik telapak tangan. Walau tanpa disadari, kebiasaan merokok itu diam-diam menggerogoti kesehatan tubuh dan meningkatkan risiko kematian dini.

Tetapi, tidak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, seorang perokok berusia 70 tahun sekalipun akan mendapat manfaat jika berhenti merokok.

Penelitian itu melibatkan lebih dari 160.000 orang berusia 70 tahun tahun 2004-2005. Kemudian tahun 2011, peneliti kembali mengamati kehidupan mereka. Sebanyak 6,6 persen meninggal karena kanker paru.

Sementara itu, responden yang berhenti merokok mengalami penurunan risiko kanker paru dan kematian.

Seperti diketahui, merokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke karena bisa menurunkan kadar Kolesterol baik dan membuat darah lebih kental hingga menggumpal. Semakin cepat berhenti merokok, risiko terkena penyakit jantung dan stroke itu pun menurun.

Menurut aktivis antirokok Deborah Arnott, penelitian menunjukkan betapa besarmya kerugian karena merokok. Berhenti merokok merupakan langkah pasti mencegah kematian dini. "Kabar baiknya, berhenti merokok pada usia berapa pun selalu bermanfaat dan menambah tahun untuk hidup," kata dia.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine ini ingin mendorong orang-orang pada usia berapa pun untuk segera berhenti merokok. Para ilmuwan menegaskan, berhenti merokok bahkan di masa pensiun pun bisa meningkatkam kemungkinan seseorang hidup lebih lama.

Banyak perokok yang mengalami sakit-sakitan di usia tua ternyata sudah mulai merokok sejak remaja. Menurut penulis utama studi, Dr Sarah Nash, PhD, dari National Cancer Institute di Maryland, durasi merokok, yaitu kapan mulai merokok dan berhenti merupakan kunci utama yang bisa menentukan tingkat risiko seseorang terkena penyakit terkait merokok.

Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Dailymail,