Kamis, 23 November 2017

Health

KONSULTASI KESEHATAN GIGI & MULUT drg. Citra Kusumasari, SpKG
Menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian meraih gelar spesialisnya di Universitas Indonesia. Ilmu Karies, Estetik kedokteran gigi, dan perawatan syaraf gigi adalah keahliannya. Praktik di Nice Dental Care Ciputra Medical Center. Lotte Shopping Avenue Fl.5 Ciputra World 1

Penyebab Gigi Balita Kehitam-hitaman

Shutterstock Ilustrasi

TANYA:

Dokter, saya ingin tahu mengapa gigi anak saya yang berusia 5,5 tahun agak hitam-hitam. Apakah karena ia sering makan permen atau karena ia sering mendapat antibiotik. Anak saya ini memang sering sakit dan tahun lalu dua kali dirawat karena demam berdarah dan juga infeksi pada saluran napasnya.

Saya selalu membiasakan anak saya menggosok gigi, tapi giginya tetap ada noda coklat kehitaman. Mohon saran dokter agar gigi anak saya bisa bersih.

Arifin (38), Jakarta

 

JAWAB:

Bapak Arifin di Jakarta,

Gambaran klinis pada gigi anak Anda berupa kehitaman menandakan adanya aktivitas gigi berlubang. Baik itu berupa bayangan hitam dengan atau tanpa adanya lubang. Warna kehitaman ditimbulkan akibat toksin yang dikeluarkan oleh bakteri dalam proses gigi berlubang.

Gigi berlubang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara proses demineralisasi dengan remineralisasi pada gigi. Proses demineralisasi (kehilangan mineral gigi) diakibatkan antara lain oleh akumulasi plak/sisa makanan dan frekuensi konsumsi karbohidrat olahan diantara waktu makan utama. Sedangkan proses remineralisasi (pengembalian mineral gigi) dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air liur dan elemen fluor di dalam rongga mulut.

Pada kasus gigi anak Anda yang sudah terlanjur berlubang, maka penanganan yang tepat adalah dengan melakukan penambalan pada gigi tersebut. Namun, untuk menghindari gigi lain timbul warna kehitaman dan terjadi lubang, maka perlu dilakukan perawatan non invasif yang meliputi:

1. Melakukan pembuangan plak dengan cara menyikat gigi dengan teknik dan frekuensi yang tepat.

2. Membatasi frekuensi konsumsi karbohidrat olahan (camilan kue, permen, dan sebagainya) diantara waktu makan utama. Semakin tinggi frekuensi konsumsi karbohidrat olahan, dapat menyebabkan penurunan keasaman rongga mulut yang memicu terjadinya gigi berlubang.

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas air liur dengan rajin minum air mineral, sehingga rongga mulut mampu menetralkan kondisi asam yang menyerang gigi pada rongga mulut.

4. Penggunaan pasta gigi berfluor dan rutin mengaplikasikan fluor pada permukaan gigi oleh dokter gigi, mampu meningkatkan ketahanan gigi terhadap  terjadinya lubang.

Sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter gigi spesialis gigi anak, untuk mendapatkan perawatan non invasif dan invasif yang lebih memadai. Demikian Bapak Arifin, semoga informasinya bermanfaat.

Salam gigi sehat.

 

Editor : Lusia Kus Anna
TAG:

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat