Minggu, 26 Maret 2017

Health

Kopi Bermanfaat Cegah Penyakit karena Usia

Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Kabar gembira lagi buat penikmat kopi. Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine menemukan, mereka yang gemar minum kopi memiliki kadar inflamasi yang rendah di tubuhnya.

"Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin terproteksi mereka dari inflamasi yang menyebabkan penyakit kronis," kata peneliti David Furman, associate profesor di Institute for Immunity, Transplantation and Infection, Stanford University.

Dalam studi tersebut, Furman dan teman-temannya menganalisa sampel darah 100 orang muda dan tua. Orang lebih tua cenderung punya lebih aktivitas pada beberapa gen yang berkaitan dengan inflamasi dibandingkan dengan grup orang lebih muda. Hal ini tak mengherankan karena semakin tua, inflamasi di seluruh tubuh cenderung meningkat.

Penyakit kronis karena penuaan seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, masalah persendian dan Alzheimer's semua dipercaya memiliki kesamaan inflamasi. Proses inflamasi (peradangan) terjadi pada tingkat sel.

"Sebagian besar penyakit penuaan itu tidak benar-benar penyakit penuaan tetapi cenderung penyakit inflamasi," kata Furman. Semakin aktif gen-gen ini, semakin besar seseorang punya kecenderungan tekanan darah tinggi dan aterosklerosis.

Di kalangan usia lebih tua, mereka yang memiliki kadar lebih rendah faktor-faktor ini lebih terlindung dari inflamasi. Mereka pun punya kesamaan, semua minum kafein secara teratur. Mereka yang minum lima cangkir kopi sehari menunjukkan kadar amat rendah aktivitas pada jalur gen inflamasi.

Kafein menghambat sirkuit ini dan mematikan jalur inflamasi itu. Tujuannya bukan membuat setiap jejak inflamasi menghilang, demikian tegas para peneliti. Faktanya, inflamasi adalah fungsi penting sistem kekebalan yang berguna memerangi infeksi dan menghilangkan senyawa beracun potensial. Tetapi bersamaan dengan penuaan, proses inflamasi tidak teratur seperti pada tubuh muda.

"Jelas pada penuaan sesuatu rusak dan kita jadi kurang efektif mengatur inflamasi ini," kata Mark Davis, direktur Stanford Institute.

Kunci selanjutnya adalah mencari tahu kapan respon inflamasi mulai tak terkontrol. Di studi berikutnya, Furman dan rekan-rekannya akan menginvestigasi sistem kekebalan 1.000 orang. Ia berharap menggunakan informasi itu untuk mengembangan referensi komponen sistem imun untuk memberi tahu seseorang apakah kadarnya normal atau berisiko lebih tinggi untuk tekrena penyakit kronis yang disebabkan oleh inflamasi.

Sementara itu, mengikuti teladan peminum kopi dewasa yang berkadar inflamasi rendah, minum kopi di pagi atau sore hari di tempat kerja bisa jadi ide yang baik.

Penulis: Kontributor Health, Dhorothea
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: time.com,