Rabu, 26 Juli 2017

Health

Kata Ahli Gizi Soal Diet Adele yang Sedang Tren

Christopher Polk/Getty Images for NARAS/AFP Biduan Inggris, Adele, berjalan di karpet merah Grammy Awards 2017 di Staples Center, Los Angeles, California, Minggu (12/2/2017).

KOMPAS.com - Gagal dengan diet keto? Jangan khawatir. Saat ini ada "The Sirtfood Diet" yang populer di Inggris dan dipraktikkan oleh penyanyi Adele.

Diet ini disebut Sirtfood karena menekankan konsumsi makanan kaya protein sirtuin yang kata sejumlah peneliti mengaktifkan jalur genetik untuk membakar lebih banyak kalori dan juga membantu penurunan proses penuaan pada tubuh hewan. Diet ini mulai populer setelah ahli gizi Aidan Goggins dan Glen Matten menerbitkan buku The Sirtfood Diet pada 2016.

Ada laporan pula bahwa penyanyi Adele ikut serta mempraktikkan diet ini setelah dipengaruhi pelatih pribadinya, Pete Geracimo yang menjadi penggemar diet itu juga.

Cokelat hitam dan anggur merah merupakan jenis makanan diet ini. Hal itu dikarenakan kedua jenis bahan pangan itu mengandung resveratrol, antioksidan yang mungkin mengaktifkan enzim sirtuin.

Menurut buku tersebut, diet ini memiliki dua fase. Fase satu berlangsung selama tujuh hari. Untuk tiga hari pertama, penulis buku menyarankan maksimum asupan makanan hanya 1.000 kalori sehari, mengonsumsi hanya tiga jus hijau dan satu makanan yang terdiri dari makanan kaya akan sirtuin.

Dengan kalori hanya 1.000, jumlah kalori itu tak sesuai rekomendasi ahli gizi. Menurut lembaga gizi di AS, untuk penurunan berat badan dibutuhkan asupan makanan antara 1.500 hingga 1.600 kalori per hari untuk wanita dan 2.000 kalori per hari untuk pria.

Di hari keempat sampai ketujuh, Anda disarankan meningkatkan asupan kalori sampai 1.500 dengan dua jus hijau dan dua kali makan sehari.

Fase kedua berlangsung 14 hari. Mereka yang mengikuti diet ini disarankan makan tiga makanan kaya sirtuin sehari dan minum satu jus hijau.

Menurut David Levitsky, profesor nutrisi dan psikologi Divisi Ilmu Nutrisi Cornell University, riset mengenai protein sirtuin memang membuktikan protein tersebut mungkin membakar lebih banyak kalori di tingkat selular.

Namun, belum terbukti efek tersebut juga terjadi di seluruh tubuh. Tingkat selular merupakan proses sangat awal dan belum ada ilmu yang membuktikan hal itu bakal mengubah cara kerja tubuh kita. Singkatnya, diet ini tak lebih dari diet rendah kalori dengan polesan jualan yang menjanjikan perubahan drastis metabolisme tubuh kita.

"Belum ada bukti hal ini bekerja di seluruh tubuh," kata Levitsky. "Saya jamin Anda akan mengalami penurunan berat bada. Dalam setiap diet, akhirnya selalu berkisar soal kalori," tambahnya.

 

Penulis: Kontributor Health, Dhorothea
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: The Huffington Post,