Senin, 27 Maret 2017

Health

Hubungan Monogami Lebih Baik untuk Kesehatan

THINKSTOCK.COM Ilustrasi

KOMPAS.com - Studi menunjukkan, mereka yang menjalin hubungan monogami dan berlangsung lama, lebih sehat dari mereka yang single.

Di seluruh dunia, sekitar 95 persen spesies mamalia dan 85 persen budaya manusia menganut poligami.

Penelitian yang membandingkan status kesehatan pasangan monogami vs poligami, masih cukup langka. Tetapi, ada studi yang menunjukkan bahwa hidup berpasangan dan menjadi setia, memberi manfaat kesehatan dan kebahagiaan yang lebih banyak dibanding hidup sendiri.

Hidup berpasangan dan setia sama dengan tingkat depresi yang lebih rendah, kekebalan tubuh yang lebih tinggi dan kesehatan jantung yang lebih baik, kata profesor psikologi Washington University, Dr. David Barash. Bahkan, tingkat kasus kanker orang yang menikah, lebih sedikit dibanding yang tidak menikah.

Ada juga sebuah studi yang meminta para relawan memandangi foto-foto pasangan mereka. Para relawan ini adalah orang-orang yang memiliki hubungan monogami cukup lama.

Tim peneliti menemukan, ketika relawan-relawan ini memandangi foto pasangan masing-masing, produksi hormon dopamin dan serotonin (hormon kebahagiaan) meningkat sama kadarnya dengan yang terjadi pada orang yang baru berpacaran.

"Orang-orang yang memiliki hubungan jangka panjang juga menghasilkan hormon oksitosin yang tidak dimiliki oleh orang yang memiliki hubungan jangka pendek," kata profesor biologi di Indian Institute of Science Education and Research, Dr. Milind Watve.

Oksitosin sering disebut hormon cinta sejati, yang timbul pada diri ibu ketika menyusui bayinya.

Supaya hubungan Anda dan pasangan tetap awet sehingga, berikut beberapa trik yang bisa Anda lakukan:

1. Hubungan seks teratur dan berkualitas.Sebuah hubungan yang memuaskan bukan hanya tentang komunikasi dan komitmen. Seks yang baik juga bisa membantu.

2. Tidur berdekatan. Seks tidak harus dilakukan sepanjang waktu. Sebuah sentuhan sederhana, seperti pegangan tangan atau berpelukan saat tidur bersama, juga dapat memperkuat ikatan.

3. Melakukan kegiatan yang disukai berdua. Perlu alasan lain untuk berolahraga? Ajak pasangan rutin joging di komplek atau taman kota.

4. Berikan ciuman. Mencium berarti melepaskan hormon oksitosin yang mengikat Anda berdua menjadi lebih dekat.

5. Gunakan media sosial. Jika kehabisan ide untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan, cobalah cari ide lewat internet atau media sosial.

Bagaimana dengan memberi kejutan berupa kata-kata romantis pada dinding Facebook pasangan?

Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Everyday Health,
TAG: