Senin, 27 Maret 2017

Health

Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan Walau Sudah Berusaha Keras

Shutterstock Ilustrasi mengukur lingkar perut.

KOMPAS.com - Lemak perut sepertinya layak dinobatkan sebagai bagian tubuh yang paling membandel. Seringkali, meski kita sudah berjam-jam berolahraga dan menahan lapar, lemak di bagian tengah tubuh ini tetap saja membukit.

Bukan cuma tak sedap dipandang, lemak perut sejatinya juga berbahaya. Banyak pakar kesehatan yang mengatakan bahwa lingkar perut yang besar lebih berbahaya bagi tubuh dibanding berat badan yang kelebihan.

Jadi, upaya untuk mengecilkan lingkar perut memang penting dilanjutkan. Agar strategi itu berhasil, ketahui apa saja penyebab lemak perut sulit dihilangkan.

- Selalu stres
Stres terkait erat dengan hormon adrenalin yang akan meningkatkan kemampuan tubuh menyimpan ekstra kalori di sekitar perut.

"Jika Anda berusaha menurunakn berat badan dengan mengurangi kalori, lemak di bagian tubuh lain yang akan mulai berkurang sebelum di bagian perut," kata Georgie Fear, ahli gizi dan penulis buku Lean Habits for Lifelong Weight Loss.

Penelitian juga mendukung pendapat tersebut. Wanita yang indeks massa tubuhnya normal tapi stres, cenderung memiliki lemak perut lebih banyak.

- Hanya fokus pada latihan otot perut
Melakukan latihan otot hanya pada satu bagian tubuh saja tidak akan efektif. "Latihan otot perut memang akan menguatkan bagian batang tubuh, tetapi tidak akan mengurangi jumlah lemak di bagian perut," kata Albert Matheny, pelatih kebugaran dan ahli gizi.

Dengan kata lain, meski Anda sudah rutin sit-up, plank, atau crunches, kalori yang terbakar tidak akan banyak. Mulailah fokus pada gerakan-gerakan untuk otot di seluruh tubuh.

Semakin banyak massa otot yang dilatih, makin banyak kalori yang dibakar dan makin besar peluangnya lemak perut terkikis.

- Konsumsi makanan yang diproses
Jika Anda sering mengonsumsi gula yang ditemukan pada berbagai jenis makanan yang diproses, kemungkinan besar lemak perut Anda juga banyak. Ini karena tubuh memetabolisme gula fruktosa secara berbeda dibanding gula lainnya.

Buah memang mengandung fruktosa, tetapi mengurangi konsumsi buah bukan solusinya. Justru Anda perlu mengurangi makanan kemasan yang mengandung gula, termasuk soda, camilan kemasan, dan juga makanan yang dibekukan.

- Mungkin bukan lemak
Kebanyakan wanita mengeluhkan perut mereka buncit, meski sebenarnya penyebabnya bukan lemak. Ada kondisi penyakit tertentu yang menyebabkan perut terus menerus kembung, misalnya sindrom iritasi usus, penyakit celiac, laktosa intoleran, dan gangguan pencernaan lainnya.

Untuk mengurangi kembung, konsumsi makanan tinggi serat secara rutin, misalnya buah, sayur, dan kacang-kacangan, untuk menyehatkan usus. Hindari makanan yang mengandung gula dan alkohol karena dapat memicu gas di perut.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: WomensHealth,