Jumat, 21 September 2018

Health

Terinspirasi “Gundam”, Insinyur Jepang Bangun Robot Raksasa

Insinyur Sakakibara Kikai, Go Sakakibara, berpose dengan LW-Mononofu dalam demonstrasinya di Desa Shinto, Gunma, Jepang, April 12, 2018. REUTERS/Kim Kyung-HoonKIM KYUNG-HOON Insinyur Sakakibara Kikai, Go Sakakibara, berpose dengan LW-Mononofu dalam demonstrasinya di Desa Shinto, Gunma, Jepang, April 12, 2018. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

KOMPAS.com – Sejak kecil, insinyur Maasaki Nagumo yang gemar menonton serial anime Mobile Suit Gundam ingin memiliki, menaiki dan mengontrol robotnya sendiri. Kini di usianya yang ke-44, impian itu menjadi kenyataan.

Melalui Sakakibara Kikai, perusahaan mesin pertanian tempatnya bekerja; Nagumo telah berhasil mengembangkan robot berkaki dua yang dinamai LW-Mononofu. Robot ini tingginya 8,5 meter dan beratnya lebih dari tujuh ton.

Ia juga memiliki kokpit dengan monitor dan tuas yang dapat digunakan oleh pilotnya untuk mengontrol jari-jari, tubuh bagian atas dan kaki. LW-Mononofu bisa berjalan maju dan mundur pada kecepatan satu kilometer per jam, memutar tubuh bagian atasnya, dan menembakkan bola spons dari pistol anginnya dengan kecepatan 140 kilometer per jam.

Diwawancarai oleh Reuters, Jumat (13/4/2018); juru bicara Sakakibara Kikai berkata bahwa LW-Mononofu bukanlah robot pertama mereka.

Baca juga : Akan Diluncurkan Pada 2020, NASA Mulai Rakit Robot Penjelajah Mars

Sebab di samping mesin pertanian, Sakakibara-Kikai juga memproduksi berbagai macam robot dan mesin hiburan untuk disewakan di acara ulang tahun maupun event-event lainnya. Pada saat ini, perusahaan tersebut memiliki 10 robot aktif, seperti robot Kid’s Walker Cyclops yang lebih kecil dan mesin petinju MechBoxer.

Namun, LW-Mononofu adalah satu-satunya robot humanoid mereka yang dapat melakukan gerakan-gerakan kompleks.

Nagumo juga meyakininya sebagai yang terbesar di antara robot-robot yang terinspirasi dari anime. Saking besarnya, LW-Mononofu bahkan harus dibongkar dulu kalau mau digerakkan di luar karena lebih tinggi dari pintu gudangnya.

Meski demikian, Nagumo tetap percaya bahwa LW-Mononofu bisa menjadi kesempatan bisnis yang baik bagi perusahaannya.

Untuk saat ini, Sakakibara Kikai mematok harga 100.000 yen atau sekitar Rp 12,7 juta per jam bagi siapa pun yang tertarik menyewa LW-Mononofu.

Penulis: Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
Sumber: Reuters,
TAG: