Jumat, 21 September 2018

Health

Terpecahkan, Teka-teki Kompleks Batuan Segi Enam Termegah di Dunia

-wikipedia -

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil mengungkap misteri Giant's Causeway atau lintasan raksasa yang terdapat di pantai Irlandia Utara.

Giant's Causeway merupakan lintasan berupa kolom-kolom batuan basal yang terbentuk karena letusan vullkanik 50 hingga 60 juta tahun yang lalu, ketika wilayah yang sekarang merupakan garis pantai Atrim dilewati oleh deretan gunung berapi.

Lintasan ini akan membuat ternganga sebab penampakannya yang berupa kolom-kolom berbentuk heksagonal atau segi enam.

Baca juga : Kubah Lava Raksasa dalam Supervolcano Jepang Ancam 110 Juta Jiwa

-science alert -

Untuk menjawab misteri itu, Yan Lavallée, profesor vulkanologi dari Universitas Liverpool Inggris bersama timnya merekayasa proses kimia yang diduga membentuk kolom geometris tersebut di laboratorium.

Mereka menggunakan inti basal yang didapat dari gunung berapi Eyjafjallajökull di Islandia, yang kemudian dipanaskan lebih dari 1000 Celcius hingga mulai melunak seperti lava.

Dari uji coba tersebut tim peneliti menemukan, terbentuknya kolom berpola segi enam dipengaruhi oleh temperatur. Pada temperatur antara 840-890 derajat Celcius, magma basal akan merekah lalu pecah membentuk kolom-kolom geometris seperti pada Giant's Causeway.

Struktur geologi serupa juga terdapat di Devils Postpile di Amerika. Namun pendinginan yang lebih cepat kemudian menghasilkan kolom yang lebih kecil.

"Selama satu dekade lebih saya memikirkan bagaimana menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Sekarang dengan penelitian ini kami telah menemukan bahwa jawabannya adalah panas yang kemudian dipadatkan," kata Lavallée.

Di masa depan, ia berharap memperluas penelitiannya dengan menggunakan kolam besar magma untuk mereproduksi patahan geometrik saat batu mulai mendingin.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Baca juga : Misteri Ukiran 11 Unta Berusia 2.000 Tahun di Gurun Arab Saudi



Penulis: Kontributor Sains, Monika Novena
Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber: The Guardian,
TAG: