Kamis, 16 Agustus 2018

Health

Kunyit Terbukti Bisa Sembuhkan Beragam Penyakit

Ilustrasi kunyit14031857 Ilustrasi kunyit

KOMPAS.com - Siapa yang tak mengenal kunyit? Bumbu masak yang satu ini sangat akrab bagi masyarakat Indonesia.

Selain sebagai bumbu masak, kunyit juga dikenal sebagai bahan masakan yang punya fungsi obat. Mulai dari diabetes, radang sednri, kebotakan, disfungsi ereksi, hingga kanker disebut bisa diobati dengan kunyit.

Penelitian Kunyit

Menurut Pusat Kesehatan Nasional AS, ada lebih dari 15.000 manuskrip tentang bahan aktif dalam kunyit yaitu kurkumin.

"Kunyit benar-benar mempunyai sifat mirip panasea (obat untuk segala penyakit) dalam hal-hal yang sedang dipelajari dan dilaporkan berguna," ungkap D Craig Hopp, wakil direktur Divisi Penelitian Ekstramural di Pusat Kesehatan Nasional AS dikutip dari CNN, Selasa (07/08/2018).

"Ada banyak penelitian yang sedang dilakukan tentang kunyit, tapi sudah banyak bukti bahwa rempah ini dapat membantu mengendalikan nyeri lutut dari radang sendi serta mengurangi kemungkinan serangan jantung setelah operasi bypass," kata Dr Sanjay Gupta.

Kunyit sendiri telah dijadikan sebagai bumbu masak di wilayah Asia sejak ribuan tahun. Tak hanya itu, kunyit juga dikenal sebagai komponen vital dari ritual keagamaan.

Bumbu ini juga telah masuk dalam sistem pengobatan tradisional Asia Selatan. Umumnya, kunyit digunakan untuk mengobati masalah pernapasan, rematik, kelelahan, dan rasa sakit.

Kurkumin

"Ada perbedaan yang sangat penting untuk dibuat antara kunyit, yang merupakan tanaman dan rempah-rempah, dan apa yang sering dipelajari para peneliti, yaitu kurkumin, yang merupakan konstituen aktif yang terdapat dalam kunyit," kata Hopp.

Baca juga: Ingin Punya Daya Ingat Tinggi Sampai Tua? Kunyit Bisa Bantu

"Kurkumin yang biasanya dijual atau diteliti bukan senyawa tunggal. Biasanya kumpulan tiga atau empat senyawa yang disebut kurkuminoid, secara kolektif," jelasnya.

Meski begitu, jumlah kurkumin dalam kunyit biasanya bervariasi. Tapi, menurut Pusat Kesehatan Nasional AS, akar kunyit mengandung 5 persen kurkuminoid ini.

Teori dan Praktik

Kehebatan kurkumin memang telah terbukti dengan berbagai penelitian. Tapi sayangnya, menerjemahkan kekuatan senyawa ini untuk menjadi pengobatan yang berhasil masih menjadi tantangan bagi para peneliti.

Hopp mengatakan, ada bukti epidemiologi bahwa orang dengan pola makan kaya kunyit berpotensi mengaitkan manfaat kesehatannya yang besar dengan rempah-rempah.

Dia mencontohkan tentang rendahnya insiden atau kasus kanker usus besar di India, yang terkenal senang menggunakan kunyit sebagai bumbu kari.

"Tetapi sangat sulit untuk memilah-milah apa yang Anda lihat dalam aktivitas sel menjadi apa yang sebenarnya terjadi pada manusia," tutur Hopp.

"Ada semacam kesenjangan antara apa yang tampaknya menjadi banyak aktivitas yang sangat menjanjikan secara in vitro (dalam sel). Dan kontras dengan yang telah dipelajari dalam uji klinis sebagai manusia, di mana hampir tidak ada bukti manfaat," sambungnya.

Salah satu alasan kesenjangan tersebut adalah sifat biologis kurkumin. Senyawa ini sangat cepat dimetabolisme oleh tubuh, sehingga sangat sedikit terserap.

Artinya, bahan kimia ini tidak sampai ke "tempat" yang membutuhkannya.

Selain itu, Hopp mengatakan, konteks di mana kunyit dikonsumsi secara tradisional juga penting.

Baca juga: Suatu Saat, Kanker Mungkin Bisa Diobati dengan Kunyit

Di India, kunyit sering dikonsumsi bersama lada hitam. Piperine, zat dalam lama, meningkatkan sifat bilogis kurkumin.

Dengan kata lain, piperine membuat kurkumin lebih cepat lagi untuk dimetabolisme tubuh.

Dalam sebuah penelitian terbaru tentang kunyit, kurkumin juga disebut tidak mudah larut dan masuk dalam darah.

Untuk itu, Hopp menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum langsung menggunakannya sebagai obat.

Penulis: Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Sumber: CNN,
TAG: