Jumat, 21 September 2018

Health

Siklon Tropis Mangkhut Terbentuk, Akankah ada Gelombang Tinggi Lagi?

BMKG memperingatkan soal siklon tropis Mangkhut yang melanda wilayah timur Indonesia meliputi sebelah utara Sulawesi, sebelah utara Maluku, dan sebelah utara Papua Barat. BMKG memperingatkan soal siklon tropis Mangkhut yang melanda wilayah timur Indonesia meliputi sebelah utara Sulawesi, sebelah utara Maluku, dan sebelah utara Papua Barat.

KOMPAS.com - BMKG memberikan peringatan akan siklon tropis Mangkhut yang terjadi di wilayah timur Indonesia meliputi Papua barat, Maluku utara, dan Sulawesi utara. Siklon tropis Mangkhut diketahui menyebabkan gelombang yang meninggi hingga lebih dari 3 meter.

Oleh karenanya, BMKG menghimbau para nelayan yang berada di wilayah yang disebutkan untuk berhati-hati dalam melaut dan menghindari mencari ikan ke arah Filipina. Lalu, akankah ada fenomena serupa lagi yang dapat berdampak pada tingginya gelombang laut Indonesia?

Hary Djatmiko, Kabag Humas BMKG menerangkan, hal ini tidak bisa diprediksi jauh-jauh hari. Bahkan wilayah, dampak, dan ketinggian gelombang yang akan terjadi tidak bisa diprediksi jauh-jauh hari.

“Cikal bakalnya badai itu di perairan sekitar wilayah Indonesia, tumbuh dan berkembangnya menjauhi wilayah Indonesia. Sejauh ini, sampai hari ini, belum ada indikasi bibit badai yang ada di belakangnya Mangkhut, baik dari utara atau selatan Indonesia,” ujar Hary saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (12/09/2018).

Baca juga: Siklon Tropis Mangkhut Hampiri Timur Indonesia, Ini Dampaknya

Ia kembali menjelaskan, untuk dapat mendeteksi apakah akan ada fenomena serupa yang terjadi dan berdampak tidak langsung pada perairan Indonesia, tidak bisa dilakukan jauh-jauh hari.

“Itu terdeteksi manakala tiga hari sebelumnya. Jadi kita baru bisa tahu tiga hari sebelumnya diawali oleh bibit badai,” jelasnya.

“Gelombang tinggi, angin, dan sebagainya, itu skalanya harian, baru akan tahu seminggu sebelumnya. Jadi ‘Oh ada angin kencang, daerah mana, akan mempengaruhi gelombang enggak?’ Itu baru kita bisa memprediksi apakah akan ada gelombang tingginya atau tidak,” tambah Hary.

Sikon Tropis Mangkhut diperkirakan akan berlangsung hingga 14 September 2018 mendatang.

Hary mengatakan, sampai saat ini sudah ada daerah-daerah yang gelombangnya mencapai ketinggian di atas 2,5 meter. Namun dari pantauan BMKG, sampai saat ini belum ada tanda-tanda badai susulan yang akan berpengaruh pada ketinggian gelombang laut Indonesia.

“Sejauh ini belum ada indikasi bibit badai baru,” pungkas Hary.

Penulis: Bhakti Satrio Wicaksono
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
TAG: