Jumat, 21 September 2018

Health

Ilmuwan Sebut Jamur Bisa Jadi Solusi Krisis Polusi Plastik Dunia

Ilustrasi sampah plastik di pantaiUtopia_88 Ilustrasi sampah plastik di pantai

LONDON, KOMPAS.com - Polusi plastik masih terus menjadi perhatian dunia. Namun kini, para ilmuwan percaya bahwa mereka mungkin telah menemukan jalan keluar yang tepat melawan polusi plastik, yaitu jamur.

Laporan penelitian tentang hal ini dipublikasikan oleh London's Kew Gardens. Dalam laporan tersebut, peneliti mengklaim bahwa jamur yang mereka amati bisa memecah plastik "dalam hitungan minggu, bukan tahun."

Jamur yang bernama ilmiah Aspergillus tubingensis itu biasanya ditemukan di Pakistan. Para ilmuwan menyebut jamur itu mampu mengikis plastik seperti poliester poliuretan yang biasa digunakan untuk lemari es atau kulit sintetis.

"Ini sangat menarik karena polusi plastik adalah tantangan lingkungan yang besar. Jika ini bisa menjadi solusi maka akan sangat luar biasa," ungkap Ilia Leitch, ilmuwan senior dalam penelitian ini dikutip dari CNN, Rabu (12/09/2018).

"Kami masih berada dalam penelitian awal tetapi saya berharap bisa melihat manfaat jamur pemakan plastik dalam lima hingga 10 tahun ke depan," sambungnya.

Aspergillus tubingensis, jamur pemakan plastik Aspergillus tubingensis, jamur pemakan plastik

Penelitian yang melibatkan 100 ilmuwan dari 18 negara ini menemukan 2.189 spesies jamur baru pada 2017.

Selain sebagai pemakan plastik, jamur juga telah lama diketahui bisa dimanfaatkan untuk bioteknologi, obat-obatan, hingga makanan.

Setidaknya 350 spesies jamur yang diketahui dikonsumsi sebagai makanan. Tak hanya itu, jamur juga digunakan untuk membuat makanan seperti keju, alkohol, roti, tempe, tape, dan lain sebagainya.

Baca juga: Efektifkah Jamur Pelapuk dan Mikroba Jadi Penghilang Bau Kali Item?

"Ini benar-benar membuka mata kita terhadap data pada kerajaan jamur," kata Kathy Willis, direktur ilmu pengetahuan di Kew.

"Kerajaan jamur termasuk ragi, yang telah digunakan selama lebih dari 9.000 tahun untuk memfermentasikan makanan dan minuman. Tetapi (jenis jamur lain) juga mencakup beberapa patogen yang paling merusak secara ekonomi karena mengancam keamanan pangan dan ekosistem alami," sambungnya.

Penulis: Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
Sumber: CNN,
TAG: