KOMPAS.com - Setiap ada orang yang mendadak meninggal tanpa ada penyakit yang mendahului, biasanya orang langsung menebak penyebabnya akibat serangan jantung.
Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Kematian jantung mendadak (sudden cardiac death/SCD) adalah kematian mendadak akibat jantung kehilangan fungsinya.
Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy
Penyakit ini juga bertanggung jawab pada separuh dari kematian akibat penyakit jantung.
Kematian mendadak bukanlah penyakit jantung, tapi bisa terjadi ketika serangan jantung.
Serangan jantung terjadi ketika terjadi sumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah ke jantung sehingga jantung tidak mendapat pasokan darah dan oksigen.
Kondisi itu menyebabkan kerusakan jantung.
Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya
Sebaliknya, kematian jantung mendadak terjadi saat sistem listrik di jantung tidak berfungsi dan mendadak menjadi tak teratur.
Jantung berdetak sangat cepat dan berbahaya.
Ventrikel jantung akan menggelar dan darah tidak tersirkulasi ke tubuh.
Pada beberapa menit pertama, kekhawatiran terbesar adalah aliran darah ke otak berkurang drastis sehingga seseorang kehilangan kesadaran.
Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami
Tanpa penanangan segera, korban bisa saja meninggal. Terapi gawat darurat meliputi pemberian CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau defibrilasi.
Gejala
Sebagian orang merasakan gejala jantung berhenti berfungsi, misalnya saja detak jantung sangat cepat atau merasa kelelahan.
Ini merupakan tanda irama jantung bermasalah. Tapi, tak sedikit kasus yang tidak bergejala.
Kebanyakan kematian jantung mendadak disebabkan irama jantung abnormal yang disebut aritmia.
Akibat dari kondisi ini kerja jantung memompa darah akan terganggu.
Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko kematian jantung mendadak.
Misalnya saja pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, punya penyakit jantung koroner, ada riwayat sakit jantung dalam keluarga, diabetes tak terkontrol, atau obesitas.
Baca juga: Jangan Abaikan Gejala Awal Kematian Mendadak akibat Jantung
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Hype
Brandzview
Hype
Hype
Tekno
Prov
Brandzview
Prov
Tekno
News
Hype
Tekno
Global
Prov