Salin Artikel

Gejala Depresi yang Harus Anda Waspadai

KOMPAS.com - Dalam beberapa momen hidup, kita mungkin merasakan rasa sedih yang mendalam bahkan merasa tidak ada jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.

Hal ini kadang membuat kita merasa sedang depresi.

Melansir dari Healthline, depresi kini menjadi istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perasaan kita setelah mengalami momen-momen buruk dalam hidup kita seperti masalah di tempat kerja atau putus cinta.

Namun, sebenarnya, gangguan depresi mayor adalah gangguan mental yang jauh lebih rumit.

Depresi sendiri adalah gangguan mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli.

Dalam wawancara dengan Kompas.com pada 2017 lalu, dr. Andri Sp.KJ menjelaskan bagaimana gejala orang yang mengidap depresi.

"Orang yang depresi merasa tidak ada harapan akan kehidupan atau putus asa. Kondisi ini diikuti dengan gejala lain seperti susah konsentrasi, malas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan, dan sering ada ide untuk bunuh diri," kata Andri.

Sayangnya, depresi sering kali tidak disadari kemunculannya. Bahkan oleh orang yang mengalaminya.

Dalam tulisannya di laman Kompas.com, Retha Arjadi, M.PSI menulis depresi bisa diartikan sebagai sebuah kondisi gangguan psikologis dengan ciri adanya perasaan sedih atau kekosongan mendalam.

Orang yang depresi biasanya merasa bahwa mereka seolah masuk ke dalam lubang yang dalam, gelap, dan sulit untuk keluar dari sana.

"Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), diagnosis depresi dapat diberikan hanya melalui pemeriksaan oleh profesional, seperti psikolog/ psikiater," tulis Retha.

Meski begitu, seseorang bisa dikatakan mengalami depresi jika terjadi kemunculan atas setidaknya 5 gejala dari set gejala berikut selama dua minggu berturut-turut:

1. Merasa tertekan (sedih, kosong)

Depresi berat adalah gangguan suasana hati yang memengaruhi perasaan Anda tentang kehidupan secara umum.

Salah satu gejala depresi paling umum adalah merasa tidak memiliki harapan atau tidak berdaya dalam menjalani hidup.

Perasaan lain mungkin tidak berharga, membenci diri sendiri, atau rasa bersalah yang tidak pantas. Pikiran depresi yang umum dan berulang dapat disuarakan sebagai, "Ini semua salahku," atau "Apa gunanya?"

Kondisi ini dapat berkembang terus menerus atau bisa menghilang.

2. Kehilangan minat beraktivitas

Depresi dapat membuat seseorang kehilangan kesenangan atau kenikmatan dari hal-hal yang disukai.

Hilangnya minat pada hobi, aktivitas, bahkan menarik diri dari lingkungan dapat menjadi tanda lain depresi.

Mengutip dari Web MD, pada beberapa kasus, depresi bahkan membuat penderitanya kehilangan minat atau gairah seksual.

3. Nafsu makan/ berat badan terganggu

Pada beberapa orang, depresi membuat terlalu banyak makan atau bahkan kehilangan nafsu makan.

Ini membuat berat badan penderita depresi berfluktuasi.

Salah satu indikasi apakah perubahan pola makan terkait dengan depresi adalah apakah itu disengaja atau tidak. Jika tidak, mungkin hal itu disebabkan oleh depresi.

4. Masalah tidur

Sama seperti nafsu makan, masalah tidur pada penderita depresi juga berbeda-beda pada setiap orang.

Beberapa mengalami tidur secara berlebihan. Tapi, pada beberapa orang lain, depresi dikaitkan dengan insomnia.

Meski begitu, keduanya sama-sama menunjukkan kualitas tidur yang buruk.

5. Gangguan psikomotorik

Gangguan psikomotorik adalah kelainan pada aktivitas seseorang yang disebabkan oleh gangguan mental.

Kondisi ini bisa ditandai dengan peningkatan ataupun penurunan kecepatan dalam bergerak.

6. Merasa lelah atau tidak berenergi

Penderita depresi kerap kali mengelihkan rasa lelah yang luar biasa.

Beberapa bahkan melaporkan rasa kekurangan energi. Ini membuat aktivitas sederhana atau berpikir harus dilakukan dengan lebih lambat.

Dalam kasus yang lebih parah, tugas rutin atau aktivitas sehari-hari jadi sulit dijalankan.

7. Merasa tidak berharga/ bersalah

Salah satu gejala yang sering dilaporkan penderita depresi adalah merasa buruk terhadap diri sendiri.

Beberapa bahkan merasa hidupnya adalah sebuah kesalahan atau kegagalan.

8. Sulit berpikir/ konsentrasi/ mengambil keputusan

Hal ini juga membuat Anda mungkin sulit untuk berkonsentrasi. Beberapa aktivitas sederhana seperti membaca tulisan atau menonton televisi menjadi hal yang sulit dilakukan.

Anda juga mungkin akan lebih sulit mengingat sesuatu.

Mengambil keputusan pun menjadi hal yang sangat sulit dilakukan penderita depresi.

9. Berpikir tentang kematian atau mencoba bunuh diri

Depresi terkadang dihubungkan dengan bunuh diri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap 40 detik seseorang di dunia mengakhiri hidupnya.

Orang yang meninggal karena bunuh diri biasanya menunjukkan gejala terlebih dahulu.

Seringkali orang akan membicarakannya atau melakukan upaya pertama sebelum berhasil mengakhiri hidup mereka.

https://health.kompas.com/read/2020/08/08/180600868/gejala-depresi-yang-harus-anda-waspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.