Salin Artikel

5 Cara Mencegah Nefropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Nefropati diabetik adalah komplikasi serius terkait ginjal dari penyakit diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Kondisi ini juga sering disebut sebagai penyakit ginjal diabetes.

Sekitar 25 persen penderita diabetes dilaporkan pada akhirnya mengembangkan nefropati diabetik.

Nefropati diabetik memengaruhi kemampuan ginjal untuk melakukan pekerjaan biasanya, yaitu membuang produk limbah dan cairan ekstra dari tubuh.

Komplikasi nefropati diabetik sendiri dapat berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Beberapa komplikasi nefropati diabetik yang mungkin menyerang, termasuk:

  • Retensi cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru)
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia)
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskuler), kemungkinan menyebabkan stroke
  • Kerusakan pembuluh darah retina (retinopati diabetik)
  • Anemia
  • Luka kaki, disfungsi ereksi, diare dan masalah lain yang berhubungan dengan kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Komplikasi kehamilan yang membawa risiko bagi ibu dan janin yang sedang berkembang
  • Kerusakan permanen pada ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir yang pada akhirnya membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup

Mengingat bahayanya, kondisi nefropati diabetik ini kiranya layak untuk diantisipasi.

Cara mencegah nefropati diabetik

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan para penderita diabetes untuk mengurangi risiko terkena penyakit ginjal diabetik.

Merangkum Mayo Clinic, berikut ini adalah gambaran umum sejumlah cara mencegah nefropati diabetik yang baik dicoba:

1. Obati diabetes

Dengan pengobatan diabetes yang efektif, Anda dapat mencegah atau menunda penyakit ginjal diabetik.

2. Kelola tekanan darah tinggi atau kondisi medis lainnya

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit ginjal, konsultasikan dengan dokter untuk mengendalikannya.

Tanyakan kepada dokter tentang tes untuk mencari tanda-tanda kerusakan ginjal.

3. Ikuti petunjuk tentang obat-obatan yang dijual bebas

Saat menggunakan pereda nyeri tanpa resep seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), ikuti petunjuk pada kemasannya.

Bagi penderita penyakit ginjal diabetes, mengonsumsi jenis pereda nyeri ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

4. Pertahankan berat badan yang sehat

Jika Anda memiliki berat badan yang sehat, usahakan untuk mempertahankannya dengan aktif secara fisik hampir setiap hari dalam seminggu.

Jika Anda perlu menurunkan berat badan, bicarakan dengan dokter tentang strategi penurunan berat badan, seperti meningkatkan aktivitas fisik harian dan mengurangi kalori.

5. Jangan merokok

Merokok adalah aktivitas yang dapat merusak ginjal dan memperburuk kerusakan ginjal.

Jika Anda seorang perokok, bicarakan dengan dokter tentang strategi untuk berhenti merokok.

Kelompok pendukung, konseling dan pengobatan dapat membantu Anda untuk berhenti merokok.

Diagnosis nefropati diabetik

Jika Anda menderita diabetes, kemungkinan besar dokter Anda akan melakukan tes darah dan urine tahunan untuk memeriksa tanda-tanda awal kerusakan ginjal.

Hal itu dikarenakan, diabetes merupakan faktor risiko kerusakan ginjal.

Merangkum Health Line, beberapa tes umum yang bisa jadi disarankan untuk penderita diabetes, di antaranya yakni:

1. Tes urine mikroalbuminuria

Tes urine mikroalbuminuria dilakukan dengan memeriksa albumin dalam urine Anda.

Urine normal tidak mengandung albumin, jadi adanya protein dalam urine Anda merupakan tanda kerusakan ginjal.

2. Tes darah BUN

Tes darah BUN memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah Anda.

Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah.

Kadar nitrogen urea yang lebih tinggi dari normal dalam darah Anda mungkin merupakan tanda gagal ginjal

3. Tes darah kreatinin serum

Tes darah kreatinin serum mengukur kadar kreatinin dalam darah Anda.

Ginjal Anda mengeluarkan kreatinin dari tubuh Anda dengan mengirimkan kreatinin ke kandung kemih, di mana ia dilepaskan dengan urine.

Jika ginjal Anda rusak, mereka tidak dapat mengeluarkan kreatinin dengan benar dari darah Anda.

Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah Anda mungkin berarti ginjal Anda tidak berfungsi dengan benar.

Dokter Anda akan menggunakan tingkat kreatinin Anda untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus (eGFR) Anda, yang membantu menentukan seberapa baik ginjal Anda bekerja.

4. Biopsi ginjal

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda menderita nefropati diabetik, mereka dapat merekomendasikan biopsi ginjal.

Biopsi ginjal adalah prosedur pembedahan di mana sampel kecil dari salah satu atau kedua ginjal Anda dikeluarkan, sehingga dapat dilihat di bawah mikroskop.

https://health.kompas.com/read/2021/02/02/140600268/5-cara-mencegah-nefropati-diabetik-komplikasi-diabetes-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.