Salin Artikel

Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Anxiety Attack dan Pannick Attack

KOMPAS.com - Situasi menegangkan kerap memicu serangan kecemasan atau anxiety attack.

Anxiety attact juga bisa disertai dengan rasa khawatir,gelisah dan tegang pada otot dan perubahan pada detak jantung.

Apa bedanya anxiety attack dengan pannick attack?

Anxiety attack terjadi karena ada peristiwa pemicunya seperti ujian, berbicara di hadapan banyak orang, dan sejenisnya.

Sebaliknya, pannick attack terjadi tanpa ada pemicu khusus.

Serangan panik dan kecemasan bisa melibatkan rasa takut, jantung berdebar atau berdebar kencang, pusing, nyeri dada, kesulitan bernapas, dan pikiran irasional.

Namun, kondisi tersebut bisa terjadi jauh lebih parah pada penderita pannick attack.

Penderita pannick attack lebih membutuhkan pertolongan medis daripada anxiety attack.

Selain itu, serangan panik bisa terjadi tanpa peringatan, dan tidak ada cara untuk mencegahnya.

Apakah serangan kecemasan bisa memicu komplikasi serius?

Respons yang mengarah pada stres dan kecemasan dirancang untuk membantu kita mengatasi situasi sulit yang muncul sementara.

Saat stres dan cemas, tubuh memproduksi hormon adrenalin untuk membantu meghadapi bahaya.

Dalam kondisi normal, tingkat adrenalin dengan cepat kembali ke normal setelah rasa takut menghilang.

Namun, jika kecemasan berlanjut dan tingkat adrenalin tetap tinggi, maka bisa memicu komplikasi seperti berikut:

  • depresi
  • gangguan kecemasan
  • Stres yang sedang berlangsung telah dikaitkan dengan masalah dengan sistem kekebalan, pencernaan, tidur, dan reproduksi.

Kecemasan berlebihan juga bisa menimbulkan masalah fisik berikut:

  • rentan pilek dan infeksi
  • penyakit jantung
  • tekanan darah tinggi
  • diabetes.

Bagaimana mengatasinya?

Kecemasan biasanya dapat diatasi dengan metode berikut:

Kecemasan juga bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti:

1. Kenali tandanya

Jika Anda tahu kapan harus mengenali tanda-tanda bahwa Anda stres atau terlalu cemas, Anda mungkin bisa mengambil beberapa tindakan.

Sakit kepala, tidak bisa tidur, atau makan berlebihan bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya untuk istirahat atau meminta bantuan.

2. Diet

Gaya hidup yang sibuk dapat mengakibatkan terlalu banyak makanan cepat saji atau terlalu sedikit olahraga.

Cobalah menyediakan waktu untuk duduk agar bisa menikmati makanan yang sehat, atau membawa makan siang buatan sendiri dengan banyak buah dan sayuran segar ke kantor.

3. Rutin olahraga

Cobalah beristirahat selama 30 menit dan berjalan-jalan setiap hari untuk meningkatkan produksi hormon dopamin yang memicu rasa senang.

4. Lakukan relaksasi

Musik, meditasi, berkebun, atau melakukan hobi dapat meredakan stres dan mengalihkan pikiran dari kekhawatiran untuk sementara waktu.

https://health.kompas.com/read/2021/02/10/160000668/serupa-tapi-tak-sama-ini-beda-anxiety-attack-dan-pannick-attack

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.