Kompas.com - 28/08/2021, 12:00 WIB
Dokter Hardja Widjaja
Divalidasi oleh:
Dokter Hardja Widjaja

Dokter di Medical Center Kompas Gramedia

KOMPAS.com - Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada cairan yang masuk dalam tubuh.

Jika tubuh Anda tidak memiliki cukup cairan, maka akan mengganggu fungsi normal tubuh dan dapat menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.

Baca juga: Awas, Dehidrasi Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan

Gejala

Umumnya, orang yang mengalami dehidrasi akan mengeluhkan rasa haus yang luar biasa, pusing, serta mulut kering.

Akan tetapi, gejala dehidrasi bisa berbeda berdasarkan pada usia penderitanya.

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut adalah gejala dehidrasi yang dapat Anda waspadai berdasarkan usianya:

Orang dewasa

  • Rasa haus yang ekstrem
  • Jarang buang air kecil
  • Urin berwarna gelap
  • Sembelit
  • Kelelahan
  • Pusing
  • kebingungan
  • Mudah kepanasan atau kedinginan
  • Kram otot

Bayi dan anak-anak

  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak ada air mata saat menangis
  • Popok tetap kering setelah tiga jam
  • Wajah terlihat pucat
  • Mata cekung
  • Rewel dan mudah menangis
  • Lesu
  • Lemas

Baca juga: 12 Tanda Dehidrasi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Siapa pun bisa mengalami dehidrasi jika mereka tidak menjaga diri dan minum air yang cukup.

Namun, melansir NHS, orang dalam jangka usia bayi, anak-anak, lansia dan penderita penyakit tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami dehidrasi.

Penyebab

Terkadang dehidrasi dapat terjadi karena alasan sederhana, yaitu kurang minum air.

Berikut adalah penyebab lain dehidrasi menurut Mayo Clinic, antara lain:

  • Diare dan muntah
    Kondisi ini menyebabkan Anda kehilangan banyak cairan dan mineral dalam waktu singkat
  • Demam
    Semakin tinggi demam Anda, tubuh akan lebih sering berkeringat agar suhu tubuh cepat turun. Hal ini dapat menyebabkan banyaknya cairan yang keluar dari tubuh Anda
  • Terlalu sering buang air kecil
    Buang air kecil terlalu banyak dapat mengakibatkan adanya ketidakseimbangan zat kimia di dalam tubuh. Hal Ini mungkin terjadi karena efek dari pengobatan, penyakit, atau diagnosis tertentu seperti diabetes
  • Berkeringat berlebihan
    Berkeringat merupakan proses metabolisme tubuh yang normal. Namun, jika Anda beraktivitas berat dan tidak segera mengganti cairan saat melakukannya, dapat menyebabkan dehidrasi

Baca juga: 5 Cara Mencegah Dehidrasi Selama Berpuasa

Diagnosis

Dehidrasi dapat menjadi pertanda dari masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, saat penanganan maupun pencegahan tidak membantu dehidrasi yang Anda derita, segera hubungi dokter.

Selain itu, Berdasarkan Cleveland Clinic, segera hubungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda sebagai berikut:

  • Demam
  • Diare lebih dari 2 hari
  • Jarang buang air kecil
  • Otot berkedut
  • Kulit merah, panas, kering
  • Muntah secara terus menerus
  • Tubuh melemah
  • Kejang
  • Kurang berkeringat
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Kehilangan kesadaran
  • Halusinasi
  • Nyeri dada atau perut

 

Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu Anda untuk memastikan diagnosis dan menentukan tingkat keparahan dehidrasi.

Melansir Mayo Clinic, kemungkinan Anda akan menjalani tes sebagai berikut:

Baca juga: 4 Bahaya Dehidrasi yang Baik Diantisipasi

  • Pemeriksaan fisik
    Tekanan darah yang rendah atau detak jantung yang tidak beraturan kemungkinan menandakan Anda mengalami dehidrasi
  • Tes darah
    Untuk mengetahui kadar elektrolit di dalam darah Anda. Ketidakseimbangan kadar elektrolit dapat menandakan tubuh kekurangan cairan
  • Urinalisis
    Menunjukkan menunjukkan tanda-tanda tubuh kekurangan asupan cairan dan memeriksa tanda-tanda infeksi kandung kemih

Komplikasi

Melansir Mayo Clinic, jika dehidrasi tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Heat injury
    Cedera ini dapat terjadi karena tidak segera mengganti cairan saat melakukan aktivitas berat yang dapat menyebabkan kram ringan, heat exhaustion, hingga heat stroke yang dapat mengancam nyawa
  • Masalah saluran kencing dan ginjal
    Dehidrasi berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan gagal ginjal
  • Kejang
    Jika terjadi ketidakseimbangan pada elektrolit tubuh yang terdiri dari kalium dan natrium, dapat menyebabkan masalah sehingga otot akan mengalami kejang, hingga hilang kesadaran
  • Syok volume darah rendah
    Terjadi ketika volume darah rendah mengalami penurunan drastis, yang menyebabkan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh Anda. Komplikasi ini menjadi salah satu komplikasi dehidrasi paling serius karena dapat mengancam nyawa

 Baca juga: 3 Cara Mengatasi Dehidrasi yang Baik Diketahui

Pencegahan

Melansir NHS, berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dehidrasi, yaitu:

  • Lebih banyak minum saat cuaca ekstrem
  • Lebih banyak minum saat Anda menderita diare, demam, influenza, bronkitis atau infeksi kandung kemih
  • Lebih banyak minum sebelum beraktivitas berat
  • Minum sebelum atau saat merasa haus
  • Makan makanan tinggi air seperti buah dan sayur

Perawatan

Jika Anda telah mengalami dehidrasi maka pengobatan akan tergantung dengan usia, tingkat keparahan, dan penyebab.

Melansir Mayo Clinic, terdapat penanganan atau cara mengobati dehidrasi yang dapat Anda lakukan.

Gunakan cairan rehidrasi yang dijual bebas di toko untuk mengembalikan cairan dan elektrolit pada tubuh bayi dan anak-anak yang mengalami dehidrasi akibat diare, muntah, atau demam.

Sedangkan, untuk orang dewasa yang mengalami dehidrasi karena akibat yang sama, dianjurkan minum lebih banyak air.

Anda juga perlu menghindari minuman kemasan seperti jus buah atau soda agar tidak memperburuk diare.

Perlu diingat, anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus dirawat oleh unit gawat darurat untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: 18 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.