Kompas.com - 09/09/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi kaki rata Ilustrasi kaki rata

KOMPAS.com - Kaki datar atau rata merupakan kondisi telapak kaki yang tidak memiliki lengkungan di kakinya atau memiliki lengkungan yang sangat rendah.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit ketika melakukan aktivitas fisik yang berat.

Kaki datar hanya memerlukan perawatan jika kondisinya membuat tidak nyaman, menunjukkan kelainan, atau menyebabkan rasa sakit.

Baca juga: Sindrom Kaki Gelisah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kaki datar normal terjadi pada bayi dan biasanya menghilang antara usia 2 dan 3 tahun karena ligamen, tendon di kaki, dan tungkai mengencang.

Pengidap kaki rata saat masih anak-anak jarang menimbulkan masalah serius, tetapi kondisi fisik ini bisa bertahan hingga dewasa.

Penyebab

Penyebab kaki datar berhubungan dengan jaringan serta tulang di kaki, terutama kaki bagian bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada bayi dan balita, kondisi ini normal karena tendon membutuhkan waktu untuk mengencang dan membentuk lengkungan.

Pengencangan alami yang tidak terjadi sepenuhnya, bisa mengakibatkan kaki rata.

Kondisi ini juga terkait dengan penyakit seperti cerebral palsy dan distrofi otot.

Penyebab lain kaki rata menurut Medical news today adalah:

  • Faktor genetik, karena kaki datar dapat diturunkan dari orang tua ke anak-anak dalam gen
  • Lengkungan lemah, artinya lengkungan terlihat ketika seseorang duduk tetapi kaki rata ke tanah ketika mereka berdiri
  • Radang sendi
  • Cedera kaki atau pergelangan kaki
  • Kerusakan, disfungsi, atau pecahnya tendon tibialis posterior

Baca juga: Bunion (Benjolan Pada Kaki): Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasi

Gejala

Gejala kaki rata yang paling umum adalah rasa sakit di kaki yang dapat terjadi akibat tegangan otot dan ligamen penghubung.

Tekanan abnormal pada lutut dan pinggul dapat menyebabkan nyeri pada persendian ini.

Tekanan dapat terjadi jika pergelangan kaki berbelok ke dalam.

Nyeri yang terjadi paling sering mempengaruhi bagian tubuh berikut:

  • Di dalam pergelangan kaki
  • Lengkungan kaki
  • Otot betis
  • Lutut
  • Panggul
  • Punggung bawah
  • Kaki bagian bawah

Selain itu, satu atau kedua kaki juga bisa terasa kaku.

Diagnosis

Orang dengan kaki rata yang tidak mengalami nyeri atau gejala lain umumnya tidak perlu berkonsultasi dengan dokter.

Namun, pengidap kaki rata dengan gejala berikut harus mencari pertolongan medis:

Baca juga: 8 Cara Alami Menghilangkan Kapalan di Telapak Kaki dan Jari Tangan

  • Kaki datar yang baru berkembang belakangan
  • Nyeri pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai bawah
  • Gejala yang tidak membaik dengan sepatu yang mendukung dan pas
  • Satu atau kedua kaki menjadi lebih rata
  • Kaki terasa kaku, kaku, berat, dan berat

Dokter akan mendiagnosis kaki rata dengan memeriksa kaki dan mengamati individu saat berdiri dan berjalan.

Dokter akan memeriksa kaki dari depan dan belakang. Seseorang terkadang perlu berdiri di ujung jari kaki untuk memungkinkan dokter memeriksa bentuk dan fungsi setiap kaki.

Dokter juga akan melihat riwayat kesehatan orang tersebut.

Dalam beberapa kasus, pemeriksaan bisa menggunakan X-ray, CT scan, atau MRI scan.

Perawatan

Beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan kaki rata adalah:

  • Menggunakan foot support, seperti orthotic atau sepatu khusus
  • Perubahan gaya hidup dengan program diet dan olahraga
  • Obat-obatan pereda nyeri dan pembengkakan seperti obat antiinflamasi nonsteroid
  • Operasi kaki

Pencegahan

Kaki datar bisa disebabkan oleh faktor genetik yang tidak dapat dicegah.

Namun, pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko memburuknya kondisi, yakni dengan memakai sepatu yang pas dan mengenakan foot support yang diperlukan.

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Kaki Kram

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Tumit
Nyeri Tumit
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
PENYAKIT
Nyeri Otot
Nyeri Otot
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.