Kompas.com - 15/09/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Dada terasa panas adalah kondisi yang tidak menyenangkan karena muncul secara mendadak.

Bagi sebagian orang, dada terasa panas atau terbakar ini adalah penyakit yang menakutkan karena dapat mengindikasikan suatu masalah kesehatan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan tertentu, bahkan sebagai gejala dari suatu penyakit.

Baca juga: Diawali Nyeri Dada, Ini Beda Gejala pada GERD dan Serangan Jantung

Penyebab

Dirangkum dari Medical News Today dan Healthline, terdapat berbagai kondisi yang dapat menyebabkan dada terasa panas, di antaranya:

  1. Maag
    Terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan menyebabkan heartburn atau sensasi panas di dada. Sering kali dialami setelah makan atau di malam hari.

    Berikut beberapa gejala sakit maag lainnya:
    a. bersendawa
    b. tenggorokan terasa terbakar
    c. rasa sakit muncul setelah makan
    d. rasa sakit semakin parah ketika berbaring

  2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
    Terjadi ketika asam dari lambung secara teratur mundur dari perut ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di dada.

    Berikut beberapa gejala GERD lainnya:
    a. sulit menelan
    b. merasa seperti ada benjolan di tenggorokan
    c. terasa seperti ada makanan atau cairan asam di tenggorokan
    d. batuk
    e. suara serak
    f. asma
    g. sulit tidur

    Baca juga: 11 Penyebab Dada Bagian Tengah Sakit Saat Bangun Tidur

  3. Esofagitis
    Peradangan di kerongkongan yang dapat menyebabkan rasa terbakar dan nyeri di dada.

    Gejala lain selain rasa terbakar dan nyeri dada adalah:
    a. terasa sakit saat menelan
    b. sulit menelan
    c. merasa seperti ada makanan tersangkut di tenggorokan

  4. Tukak lambung
    Rasa panas di dada muncul karena terdapat luka pada lambung akibat infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan.

    Berikut beberapa gejala lain:
    a. perut terasa kembung
    b. bersendawa
    c. mual

  5. Masalah pencernaan
    Seperti batu empedu, penyakit liver, atau pankreatitis yang menyebabkan rasa sakit hebat pada sisi kanan atas perut atau di dekat tulang rusuk.

  6. Cedera otot atau tulang
    Cedera otot dan tulang rawan dapat menyebabkan nyeri atau rasa terbakar hebat di dada.

    Dada terasa panas mungkin merupakan tanda cedera otot atau tulang jika:
    a. rasa sakit hanya muncul pada posisi tertentu atau saat mengangkat benda berat
    b. rasa sakit berubah dengan pijatan atau tekanan pada area tersebut
    c. dada yang nyeri mengalami pembengkakan

    Baca juga: 5 Cara Mengatasi Nyeri Dada Secara Alami

  7. Serangan panik
    Ketika seseorang mengalami kecemasan atau kepanikan yang berlebihan akan menyebabkan jantung berpacu lebih cepat dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri dada

    Terdapat gejala lain yang muncul akibat serangan kecemasan, di antaranya:
    a. jantung berdebar
    b. pusing
    c. berkeringat

  8. Menyusui
    a. Perubahan ukuran payudara dapat memicu rasa nyeri di dada.
    b. Bagi sebagian wanita muncul rasa sakit yang tajam, dalam, menusuk, atau terbakar ketika mengeluarkan ASI
    c. Mengalami infeksi (mastitis) yang menyebabkan rasa terbakar di kulit dan jaringan payudara.

  9. Penyakit jantung
    Nyeri dada dapat terjadi karena angina, yakni kondisi ketika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.

    Berikut beberapa gejala angina:
    a. rasa sakit, terbakar, atau merasa seperti ditekan pada dada
    b. mual
    c. rasa sakit datang dan pergi
    d. merasa terengah-engah atau sesak napas
    e. kelelahan
    f. berkeringat
    g. pusing

    Baca juga: 10 Penyebab Sakit Perut dan Nyeri Dada yang Terjadi Bersamaan

  10. Hernia hiatus
    Terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus) dan menyebabkan dada terasa panas.

  11. Infeksi paru-paru
    Misalnya pneumonia yang menyebabkan nyeri dada muncul saat menarik napas atau batuk, gejala lain diantaranya:
    a. batuk
    b. demam
    c. panas dingin
    d. sesak napas
    e.kelelahan
    f. mual dan muntah

  12. Pleuritis
    Terjadi iritasi atau peradangan pada selaput pembungkus paru-paru (pleura) yang menyebabkan dada terasa sangat sakit dan sulit bernapas.

    Gejala lain diantaranya:
    a. batuk
    b. Sesak napas
    c. demam
    d. nyeri pada bahu atau punggung

  13. Masalah dengan pembuluh darah 
    Seperti diseksi aorta dan emboli paru yang menyebabkan dada terasa nyeri dan terbakar.

    Berikut beberapa tanda adanya masalah pada pembuluh darah:
    a. dada terasa nyeri dan terbakar secara tiba-tiba
    b. rasa nyeri atau terbakar semakin memburuk setelah olahraga
    c. rasa sakit yang tiba-tiba disertai dengan kesulitan bernapas atau pusing

Diagnosis

Untuk mengetahui penyebab dada terasa panas dokter akan melakukan beberapa tes berikut:

Baca juga: 8 Penyebab Nyeri Dada Saat Menelan yang Perlu Diwaspadai

  1. Pemeriksaan fisik, untuk memeriksa detak jantung dan nadi, menemukan pembengkakan, dan menilai kesehatan otot dan organ
  2. Membaca riwayat medis secara lengkap
  3. Tes darah, untuk mengetahui infeksi atau perubahan yang mengindikasikan masalah jantung
  4. Elektrokardiogram (EKG), untuk mengukur aktivitas elektrik atau kelistrikan jantung
  5. Rontgen dada
  6. CT scan

Perawatan

Metode pengobatan untuk dada terasa panas bervariasi karena disesuaikan dengan penyebab atau penyakit yang menyertainya.

Misalnya, penderita maag harus mengubah pola makan untuk mencegah serangan nyeri.

Penderita yang memiliki gangguan jantung atau paru-paru mungkin memerlukan penanganan medis lebih serius, seperti dengan obat pengencer darah atau operasi.

Penderita nyeri dada kronis tidak disarankan untuk mencoba mengobati nyeri secara mandiri (di rumah), terlebih lagi jika tidak mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendiagnosis penyebab dada terasa panas sehingga mendapat penanganan yang tepat.

Pencegahan

Gangguan kesehatan, seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah adalah hal yang sulit dicegah.

Baca juga: 13 Penyebab Nyeri Dada yang Datang dan Pergi

Akan tetapi, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, di antaranya:

  • menerapkan pola hidup sehat
  • menjaga berat badan agar tetap ideal
  • rutin berolahraga
  • konsumsi makanan seimbang yang kaya nutrisi dan batasi asupan lemak jenuh
  • makan tepat waktu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.