Kompas.com - 06/10/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Hirsutisme adalah suatu kondisi pada wanita yang mengakibatkan pertumbuhan rambut gelap atau kasar berlebihan di area tubuh seperti wajah, dada dan punggung.

Dengan hirsutisme, pertumbuhan rambut ekstra sering muncul dari kelebihan hormon pria (androgen), terutama testosteron.

Hirsutisme dapat menyebabkan perasaan tidak percaya diri, tetapi tidak berbahaya.

Baca juga: 4 Manfaat Masker Kunyit untuk Wajah, Atasi Jerawat sampai Kumis Tipis

Namun, ketidakseimbangan hormon yang menjadi penyebab hirtusisme dapat membahayakan kesehatan wanita.

Penyebab

Hirsutisme disebabkan oleh peningkatan hormon yang disebut androgen.

Penyebab paling umum dari hirsutisme adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Dalam kasus yang jarang terjadi, hirsutisme dapat disebabkan oleh:

  • Obat-obatan tertentu
  • Menggunakan steroid anabolik
  • Kondisi hormonal lainnya seperti sindrom cushing dan akromegali
  • Tumor yang memengaruhi kadar hormon

Seringkali hirsutisme terjadi tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Hirsutisme sendiri dapat berisiko terjadi akibat faktor-faktor berikut:

  • Keturunan keluarga, seperti hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik
  • Ras, perempuan keturunan Mediterania, Timur Tengah dan Asia Selatan lebih cenderung berpotensi terkena hirsutisme
  • Kegemukan

Gejala

Ketika kadar androgen yang tinggi menyebabkan hirsutisme, tanda-tanda lain bisa terjadi seiring waktu, proses ini disebut virilisasi.

Baca juga: 9 Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Perempuan

Tanda-tanda virilisasi antara lain:

  • Deep voice (suara seperti pria)
  • Kebotakan
  • Jerawat
  • Ukuran payudara mengecil
  • Peningkatan massa otot
  • Pembesaran klitoris

Diagnosis

Dokter akan melihat riwayat medis rinci saat mendiagnosis hirsutisme.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan pasien tidak menderita diabetes.

Pemindaian ultrasound atau MRI pada ovarium dan kelenjar adrenal bisa diperlukan untuk memeriksa keberadaan tumor atau kista.

Jika merasa memiliki terlalu banyak rambut kasar di wajah atau tubuh, bicarakan dengan dokter tentang pilihan perawatan.

Rambut wajah atau tubuh yang berlebihan seringkali merupakan gejala dari masalah medis yang mendasarinya.

Temui dokter untuk pengecekan lebih lanjut jika selama beberapa bulan mengalami pertumbuhan rambut yang parah atau cepat di wajah, tubuh, atau tanda-tanda virilisasi.

Baca juga: Memahami Tanda Pubertas Pada Anak Lelaki

Perawatan

Perawatan yang bisa dilakukan untuk mengobati hirsutisme adalah:

  • Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan
  • Hal-hal yang dapat dilakukan di rumah untuk menghilangkan atau mencerahkan rambut, seperti mencukur, waxing, dan krim penghilang rambut
  • Krim resep untuk memperlambat pertumbuhan rambut di wajah (krim eflornithine)
  • Minum pil kontrasepsi

Jika perawatan di atas tidak membantu setelah 6 bulan, dokter umum akan merujuk ke spesialis.

Setelah itu, spesialis biasanya merekomendasikan obat lain untuk mengontrol kadar hormon.

Dua perawatan lain yang bisa dilakukan yakni:

  • Elektrolisis, penggunaan arus listrik untuk menghentikan pertumbuhan rambut
  • Penghilang bulu laser

Komplikasi

Hirsutisme bisa membuat stres secara emosional. Beberapa wanita merasa tidak percaya diri dengan rambut yang tidak diinginkan.

Dalam beberapa kasus, hirsutisme bisa menyebabkan depresi.

Meskipun hirsutisme tidak menyebabkan komplikasi fisik, penyebab mendasar dari hirsutisme seperti ketidakseimbangan hormon bisa membuat komplikasi fisik.

Jika memiliki hirsutisme dan menstruasi yang tidak teratur, pasien berpotensi menderita sindrom ovarium polikistik, yang dapat menghambat kesuburan.

Baca juga: 3 Penyebab Pubertas Dini pada Anak Gadis yang Perlu Diwaspadai

Wanita yang mengonsumsi obat tertentu untuk mengobati hirsutisme juga harus menghindari kehamilan karena risiko cacat lahir.

Pencegahan

Hirsutisme umumnya tidak dapat dicegah.

Tetapi menurunkan faktor risiko seperti mengelola berat badan ideal dapat membantu mengurangi potensi hirsutisme, terutama jika memiliki sindrom ovarium polikistik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.