Kompas.com - 15/10/2021, 20:00 WIB
Ilustrasi nyeri dada. Salah satu gejala takikardia adalah nyeri dada. Hal ini bisa dipicu olah olahraga berlebihan. SHUTTERSTOCK/MOTORTION FILMSIlustrasi nyeri dada. Salah satu gejala takikardia adalah nyeri dada. Hal ini bisa dipicu olah olahraga berlebihan.

KOMPAS.com - Takikardia adalah kondisi di mana detak jantung lebih dari 100 denyut per menitnya. Takikardia dapat disebabkan oleh berbagai gangguan irama jantung (aritmia).

Peningkatan detak jantung merupakan sesuatu yang normal. Misalnya, saat berolahraga atau respons tubuh terhadap stres dan trauma.

Namun, takikardia tidak disebabkan oleh stres fisiologi pada umumnya. Saat jantung berdetak terlalu cepat, aliran darah ke seluruh tubuh termasuk jantung menjadi berkurang.

Baca juga: Takikardia: Jenis, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Jantung yang berdetak lebih cepat juga membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel-sel yang kekurangan oksigen dapat mati dan menyebabkan serangan jantung.

Dalam beberapa kasus, takikardia tidak menunjukan gejala atau komplikasi apapun. Jika tidak segera ditangani, takikardia dapat memengaruhi fungsi jantung dan menyebabkan:

  • gagal jantung
  • stroke
  • serangan jantung tiba-tiba atau kematian

Jenis

Terdapat tiga jenis takikardia.

  • Supraventrikular. Terjadi saat sinyal listrik pada ruang atas jantung tidak berfungsi dan menyebabkannya berdetak lebih cepat. Akibatnya, area tersebut tidak terisi darah sebelum berkontraksi dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Ventrikel. Kondisi saat detak jantung cepat dimulai pada area bawah jantung. Sinyal listrik ‘menyala’ dengan cara yang salah. Sama halnya, hal ini mengakibatkan area tersebut tidak terisi darah dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Takikardia sinus. Terjadi saat alat pacu jantung secara alami mengirimkan sinyal listrik lebih cepat dari biasanya. Detakan cepat dan bergerak sebagaimana mestinya.

Gejala

Beberapa gejala yang mungkin muncul akibat takikardia, dapat meliputi:

  • pingsan (sinkop)
  • sakit kepala ringan atau pusing
  • detak jantung cepat atau palpitasi
  • dada berdebar
  • dada terasa tertekan, sesak, atau nyeri (angina)
  • sesak napas
  • kelelahan

Baca juga: Apakah Penyakit Takikardia Berbahaya?

Penyebab

Takikardia umumnya disebabkan oleh gangguan pada impuls listrik normal yang mengontrol aksi atau kecepatan pompa jantung.

Beberapa faktor pemicu, yaitu:

  • reaksi terhadap obat tertentu
  • kelainan jantung bawaan
  • mengkonsumsi alkohol atau kafein dalam jumlah berlebihan
  • menggunakan kokain atau narkoba lainnya
  • ketidakseimbangan elektrolit
  • suplai darah yang buruk dan kerusakan jaringan jantung akibat penyakit jantung, penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, penyakit otot jantung, tumor, infeksi hipertensi, atau tekanan darah tinggi
  • merokok
  • kondisi paru-paru tertentu, masalah tiroid, anemia, dan kesehatan lainnya
  • kelelahan
  • pendarahan hebat
  • stres fisik dan mental, termasuk penyakit dan kecemasan
  • pernah melakukan operasi jantung
  • anemia
  • diabetes
  • penggunaan obat-obatan stimulan

Dalam beberapa kasus, penyebab dari takikardia tidak diketahui secara jelas.

Komplikasi

Komplikasi yang timbul tergantung pada takikardia yang dialami, seberapa cepat jantung berdetak, serta berapa lama detak jantung cepat berlangsung.

Baca juga: Kenali Jantung Berdebar Gejala Penyakit Jantung Takikardia

Selain itu, komplikasi mungkin terjadi jika pasien memiliki kondisi kesehatan jantung lainnya.

Beberapa komplikasi yang mungkin timbul, seperti:

  • pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung
  • ketidakmampuan jantung untuk memompa cukup darah (gagal jantung)
  • sering pingsan atau tidak sadar
  • kematian mendadak akibat takikardia atau fibrilasi ventrikel

Diagnosis

Dokter akan melakukan evaluasi dengan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan. Beberapa tes jantung yang mungkin dilakukan, yaitu:

  • Elektrokardiogram (ECG). Disebut juga ECG atau EKG. Alat paling umum yang digunakan untuk mendiagnosis takikardia. Alat ini mencatat waktu dan kekuatan sinyal listrik saat melalui jantung. Dokter kemudian akan mencari pola sinyal untuk menentukan jenis takikardia yang dialami.
  • Tes Treadmill. Disebut juga latihan tes stres atau exercise stress test. Dokter akan meminta pasien berjalan di atas treadmill sementara mereka memantau aktivitas jantung.
  • Pencitraan sumber magnetik. Tes ini mengukur medan magnet pada otot jantung dan mencari kelemahannya.

Perawatan

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani takikardia adalah sebagai berikut.

Baca juga: 5 Penyebab Medis Takikardia dan Cara Mengatasinya

  • Pijat sinus karotis. Hanya dilakukan oleh tenaga medis. Prosedur menekan leher dengan lembut pada arteri karotis yang terbagi menjadi dua cabang.
  • Menekan mata saat tertutup dengan lembut. Harus dalam pengawasan tenaga medis.
  • Manuver Valsava. Prosedur menjepit kedua lubang hidung dengan tangan sementara meniup udara melalui hidung.
  • Refleks menyelam. Refleks menyelam adalah respons tubuh terhadap perendamanan dalam air secara tiba-tiba, khususnya air dingin.
  • Mengurangi kopi atau zat berkafein lainnya.
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti menggunakan tembakau dan produknya.
  • Beristirahat lebih banyak.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.