Kompas.com - 29/10/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Siku tangan merupakan bagian dari tangan yang selalu membantu manusia dalam beraktivitas.

Hal ini menyebabkan siku tangan rentan mengalami pegal atau terasa sakit, baik akibat cedera, gerakan berulang, aktivitas yang berlebihan, atau penyakit.

Salah satu penyakit yang menyebabkan siku tangan terasa sakit adalah tennis elbow, yaitu kondisi menyakitkan pada siku karena kerusakan otot dan tendon di area siku.

Baca juga: Nyeri Otot

Tennis elbow atau dalam istilah medis disebut lateral epicondylitis, merupakan kondisi yang paling sering menyebabkan nyeri siku.

Tennis elbow tidak hanya dialami oleh pemain tenis, tetapi semua orang dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk melakukan gerakan berulang.

Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas karena rasa sakit dan kelemahan yang ditimbulkan, bahkan sekadar untuk menggengam sesuatu.

Nyeri akibat tennis elbow umumnya terjadi pada tendon yang menghubungkan otot lengan bagian bawah dengan tonjolan tulang yang terletak di bagian luar siku.

Namun, rasa sakit ini juga dapat menyebar dan terasa hingga lengan bawah dan pergelangan tangan.

Gejala

Dirangkum dari Mayo Clinic dan OrthoInfo, gejala umum dari tennis elbow adalah nyeri pada bagian luar siku yang kemudian menjalar ke lengan bawah dan pergelangan tangan.

Rasa sakit ini diawali dengan nyeri ringan yang kemudian secara bertahap akan memburuk dalam beberapa minggu, bahkan beberapa bulan.

Berikut gejala lain tennis elbow:

  • Nyeri atau sensasi seperti terbakar pada sisi bagian luar siku
  • Kekuatan cengkeraman (genggaman) yang melemah
  • Siku sering terasa nyeri di malam hari

Baca juga: Tendinitis

Nyeri dan kelemahan akibat tennis elbow menyebabkan penderita sulit melakukan beberapa hal berikut:

  • Berjabat tangan
  • Menggenggam sebuah benda
  • Memutar kenop pintu
  • Memegang cangkir kopi

Rasa sakit akan semakin intens ketika penderita tetap melakukan aktivitas atau menggerakkan lengan bagian bawah.

Tennis elbow dapat terjadi pada kedua tangan, tetapi penyakit ini biasanya terjadi pada tangan atau lengan dominan yang sering melakukan gerakan berulang.

Penyebab

Merangkum NHS dan OrthoInfo, tennis elbow umumnya disebabkan oleh kerusakan pada otot tertentu yang ada di lengan bawah.

Otot extensor carpi radialis brevis (ECRB) merupakan otot yang ada di lengan bawah yang membantu menstabilkan pergelangan tangan saat siku diluruskan.

Ketika otot ECRB mengalami kelemahan karena penggunaan berulang atau berlebihan maka terjadi robekan kecil di dekat benjolan tulang (epikondilitis lateral).

Kondisi ini menyebabkan tendon mengalami peradangan yang menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada tennis elbow.

Faktor risiko

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami tennis elbow:

Baca juga: Cedera Tendon Achilles

  1. Meskipun tennis elbow dapat terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia 30-50 tahun
  2. Memiliki pekerjaan dengan gerakan berulang pada siku atau lengan dalam waktu yang lama, seperti tulang ledeng, montir, pelukis, atau pemahat
  3. Melakukan olahraga tertentu, seperti tenis, golf, dan bulutangkis
  4. Melakukan kegiatan dengan gerakan berulang pada tangan atau pergelangan tangan, seperti menggunting atau mengetik

Diagnosis

Dilansir dari WebMD, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada bagian lengan yang terasa sakit.

Dokter juga akan meminta penderita untuk melakukan beberapa gerakan sederhana, seperti meluruskan pergelangan tangan saat dokter menekan area nyeri.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab nyeri siku, seperti:

  • Elektromiografi (EMG)
    untuk mengetahui apakah terjadi masalah pada saraf yang ada di siku dan mengevaluasi fungsi saraf dan otot dengan merekam aktivitas listrik otot
  • MRI
    untuk menemukan kondisi lain yang dapat menyebabkan rasa sakit pada siku, misalnya hernia nukleus pulposus (HNP)
  • Rontgen
    untuk mengetahui apakah rasa sakit pada siku disebabkan oleh arthritis atau radang sendi.

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Perawatan

Mengutip dari OrthoInfo, pengobatan tennis elbow dilakukan dalam dua metode, yaitu penanganan nonbedah dan prosedur bedah.

Penanganan nonbedah, meliputi:

  1. Istirahatkan area siku yang nyeri dari segala aktivitas berat, partisipasi olahraga, atau aktivitas lain yang dapat memperparah rasa sakit
  2. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan acetaminophen untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan
  3. Kompres dengan es yang dilapisi handuk atau kain area yang nyeri untuk mengurangi peradangan
  4. Fisioterapi, untuk meregangkan dan membantu memperkuat otot-otot lengan bawah agar mempercepat pemulihan
  5. Gunakan penyangga siku atau belat lengan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan, serta mengistirahatkan otot dan tendon
  6. Suntikan kortikosteroid pada area yang menyakitkan untuk meredakan gejala
  7. Suntik platelet rich plasma (PRP), yaitu serum yang berasal dari darah penderita dan melalui proses khusus untuk mempercepat pemulihan
  8. Ultrasound dan shock wave therapy, mengalirkan gelombang suara berfrekuensi tinggi pada area yang nyeri untuk mempercepat penyembuhan.

Jika gejala tennis elbow tidak mereda setelah enam hingga 12 bulan melakukan penanganan nonbedah maka dokter mungkin akan melakukan prosedur bedah.

Prosedur bedah untuk mengatasi tennis elbow adalah bedah terbuka dan artroskopi, yang mana kedua metode ini dilakukan sebagai operasi rawat jalan.

Kedua metode tersebut bertujuan untuk mengangkat jaringan mati dan menghubungkan kembali otot yang sehat ke tulang.

Baca juga: Nyeri Bahu

Setelah melakukan prosedur bedah penderita harus memasang belat atau penyangga lengan sekitar satu minggu agar siku tidak dapat digerakkan.

Setelah belat dilepas, penderita disarankan melakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi dan fleksibilitas siku, serta kekuatan dan kelenturan otot.

Pencegahan

Dirangkum dari WebMD dan Hopkins Medicine, berikut beberapa tindakan untuk mengurangi risiko mengalami tennis elbow:

  1. Jaga lengan dan pergelangan tangan tetap kuat dan fleksibel
  2. Lakukan latihan yang tepat untuk menjaga kekuatan dan kelenturan lengan bawah
  3. Lakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga dengan gerakan berulang pada lengan
  4. Lakukan peregangan secara berkala dari gerakan berulang pada lengan
  5. Hindari atau batasi gerakan berulang
  6. Hentikan atau batasi aktivitas yang memicu rasa sakit di siku dan pergelangan tangan
  7. Hentikan atau batasi aktivitas yang membebani siku dan pergelangan tangan
  8. Gunakan alat olahraga atau raket yang ringan dengan ukuran yang pas agar tidak terlalu membebani otot lengan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.