Kompas.com - 11/11/2021, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Tangan manusia terdiri dari tulang pergelangan tangan (karpal), tulang telapak tangan (metakarpal), dan tulang jari.

Mengutip WebMD, tangan memiliki setidaknya 27 tulang dan memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti mengemudi, memasak, dan menulis.

Menjadi bagian tubuh yang paling sering digunakan menyebabkan tangan menjadi bagian tubuh yang sering terluka atau rentan mengalami cedera.

Baca juga: Patah Tulang

Cedera atau hantaman keras pada tangan dapat menyebabkan tulang tangan patah atau mengalami keretakan.

Namun, tidak semua hantaman keras dapat menyebabkan patah tulang, beberapa di antaranya menyebabkan tulang bergeser (dislokasi).

Patah tulang tangan juga dapat terjadi karena kecelakaan, jatuh, atau pukulan langsung menyebabkan trauma pada tulang tangan.

Patah tulang tangan dapat terjadi pada satu atau beberapa tulang secara bersamaan.

Tulang tangan yang paling sering patah adalah tulang metakarpal kelima, yaitu tulang di telapak tangan yang menopang jari kelingking.

Menurut OrthoInfo, kondisi ini disebut fraktur boxer atau petinju karena sering terjadi saat seseorang meninju permukaan yang keras dengan kepalan tangan.

Patah tulang tangan menyebabkan fungsi jari, telapak tangan, dan pergelangan tangan menjadi terganggu.

Kondisi ini juga menyebabkan penderita mengalami nyeri hebat yang menyebabkan sulit untuk melakukan aktivitas.

Gejala

Merangkum OrthoInfo dan Healthline, gejala yang dirasakan patah tangan bergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami.

Berikut beberapa gejala umum patah tulang tangan:

Baca juga: Yang Bisa Terjadi saat Mengalami Patah Tulang Metatarsal

  • Nyeri hebat
  • Rasa sakit semakin memburuk saat menggerakkan tangan atau mencoba mengepalkan tangan
  • Pembengkakan di area tulang yang patah
  • Memar
  • Kelembutan atau terasa lunak saat disentuh
  • Kelainan bentuk, misalnya jari tampak membengkok
  • Kesulitan atau tidak dapat menggerakkan jari
  • Jari tangan terasa kaku atau mati rasa
  • Jari tampak lebih pendek
  • Tulang tangan tampak tidak normal, misalnya posisi jari yang cedera menyilang ke jari lainnya
  • Terdengar suara retakan atau patahan pada saat cedera.

Penyebab

Merangkum Medline Plus dan Mayo Clinic, patah tulang tangan disebabkan oleh tekanan keras atau pukulan langsung yang mengakibatkan tangan cedera.

Cedera dapat terjadi di berbagai bagian tulang tangan, seperti buku jari, bagian bawah buku jari, telapak tangan, dan pangkal tulang di dekat pergelangan tangan.

Faktor risiko

Merangkum Very Well Health dan Health Grades, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko patah tulang tangan, yaitu:

Baca juga: 9 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Tulang

  1. Terjatuh dengan tangan terentang atau posisi tangan menopang tubuh
  2. Jatuh dari ketinggian
  3. Mengalami kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kendaraan bermotor dapat menyebabkan tulang tangan patah
  4. Menderita osteoporosis sehingga tulang rapuh dan lebih mudah patah
  5. Melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti sepak bola, hoki, basket, dan tinju
  6. Meninju permukaan yang keras.

Diagnosis

Dilansir dari eMedicine Health, dokter akan menyentuh jari, tangan, dan pergelangan tangan untuk mengetahui area mana yang paling terasa menyakitkan.

Hal ini dilakukan untuk membantu memastikan apakah patah tulang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf, atau tendon di tangan.

Penderita juga akan diminta untuk menggerakkan tangannya untuk mengetahui apakah area yang patah terasa menyakitkan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan rontgen untuk mengetahui lokasi patah tulang secara tepat dan menentukan tingkat keparahan dari patah tulang tangan.

Perawatan

Merangkum Mayo Clinic dan WebMD, penanganan patah tangan harus dilakukan oleh dokter ortopedi di rumah sakit.

Berikut beberapa metode untuk menangani patah tulang tangan, yaitu:

Baca juga: 4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Tulang

  • Pertolongan pertama untuk mencegah memburuknya kondisi tangan patah:
  1. Jika terjadi perdarahan, gunakan kain bersih atau kain kasa di atas luka agar perdarahan dapat berhenti
  2. Setelah cedera terjadi, kompres es area yang cedera untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan
  3. Lepaskan perhiasan atau aksesori apa pun pada tangan yang cedera karena lebih sulit dilepaskan saat tangan membengkak
  4. Gunakan penyangga untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
  5. Konsumsi obat pereda nyeri, misalnya paracetamol
  • Penanganan patah tulang tangan tanpa operasi, meliputi:
  1. Obat-obatan
    Dokter akan memberikan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.

    Jika penderita mengalami rasa sakit yang hebat, dokter mungkin akan meresepkan obat opioid, seperti kodein.

    Selain itu, dokter mungkin memberikan antibiotik jika terjadi patah tulang tangan terbuka, di mana patahan tulang menembus kulit, untuk mencegah infeksi tulang.

  2. Reduksi tertutup
    Jika ujung tulang yang patah tidak sejajar atau pergeseran tulang yang tidak terlalu parah maka dokter akan mengarahkan kembali tulang yang patah ke posisi normal.

    Prosedur ini dilakukan secara perlahan tanpa pembedahan. Sebagian penderita mungkin memerlukan anestesi lokal sebelum melakukan prosedur ini.

  3. Imobilisasi
    Membatasi pergerakan atau imobilisasi tulang yang patah sangat penting dalam proses penyembuhan karena dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan

    Dokter akan memasang alat penyangga tangan patah, seperti gips atau gendongan (sling) agar tulang yang patah berada pada posisi yang normal.

Baca juga: Benarkan Minum Susu Bantu Menjaga Kesehatan Tulang?

  • Penanganan patah tulang tangan dengan operasi

Pembedahan dilakukan untuk memasan pen yang guna menahan dan mengembalikan tulang yang patah pada posisi yang normal.

Selain itu, prosedur cangkok tulang atau bone graft mungkin diperlukan jika penderita mengalami kondisi berikut:

  1. Fraktur terbuka, kondisi di mana patahan tulang tangan menembus kulit
  2. Potongan tulang bergerak sebelum sembuh sepenuhnya, misalnya bergeser setelah pemasangan gips atau splint
  3. Patahan tulang masuk ke persendian
  4. Patah tulang menyebabkan kerusakan pada ligamen, saraf, atau pembuluh darah di sekitarnya
  • Penyembuhan setelah patah tulang tangan ditangani

Setelah gips atau splint dilepas, penderita mungkin memerlukan latihan rehabilitasi atau fisioterapi untuk mengurangi kekakuan, mengembalikan fungsi dan rentang gerak tangan.

Komplikasi

Merangkum Mayo Clinic dan Health Grades, berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat patah tulang tangan:

  1. Osteoarthritis, setelah bertahun-tahun patah tulang tangan dapat menyebabkan peradangan sendi di lokasi patah tulang
  2. Infeksi
  3. Benjolan di dekat area patah tulang, tetapi seiring waktu akan menyusut
  4. Malunion atau nonunion, yaitu kondisi di mana penyatuan atau penyambungan tulang yang patah tidak sesuai dengan yang seharusnya
  5. Kerusakan saraf atau pembuluh darah
  6. Cacat permanen.

Baca juga: 6 Posisi Duduk yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Pencegahan

Merangkum eMedicine Health dan Health Grades, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko patah tulang tangan, meliputi:

  1. Lakukan olahraga atau latihan menahan beban, seperti jalan cepat, untuk menjaga kekuatan otot, tulang, dan sendi
  2. Mencegah jatuh dengan menghilangkan kondisi yang dapat menyebabkan terjatuh, seperti gulungan kabel dan karpet
  3. Lakukan olahraga yang dapat melatih keseimbangan
  4. Konsumsi makanan atau suplemen kalsium dan vitamin D untuk meningkatkan kekuatan tulang
  5. Gunakan peralatan keselamatan yang sesuai saat berolahraga, seperti menggunakan pelindung tangan saat tinju atau bermain softball
  6. Berhenti merokok
  7. Gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan aktivitas atau olahraga yang dilakukan
  8. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin
  9. Berhati-hati saat berjalan atau hindari permukaan jalan yang licin, misalnya setelah hujan
  10. Hindari meninju atau memukul benda keras dengan tangan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.